Total Escape In 12 Days To Feel Heaven (Bag. 3) : Kembali Ke Pulau Jawa

Sambungan dari : http://bojongserongdikit.wordpress.com/2014/01/24/total-escape-in-12-days-to-feel-heaven-bag-2-bali-bali-dan-bali/

Sebelumnya penulis meminta maaf karena catatan perjalanan ini sempat tertunda karena banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan.. halaaahh..! *jadi curcol.. :D

7 Januari 2014

Selasa pagi itu ada perasaan berat hati untuk meninggalkan Pulau Dewata, mata saya terasa berat untuk dibuka.. Namun apa daya, jadwal semakin padat karena saya sudah memundurkan jadwal kepulangan saya akibat dari rasa penasaran untuk sekali lagi memutari Pulau Bali di hari sebelumnya.. Akhirnya dengan langkah gontai (halaaahh..! :P) saya menuju kamar mandi untuk bersih – bersih sebelum berangkat..

Setelah mandi pagi dan  sarapan, saya pun mulai packing segala perlengkapan dan bawaan ke atas motor.. *foto2 dulu ma oom Welvy Kumis.. :D

siap2

Setelah selesai packing, saya pun pamit kepada oom Welvy dan keluarga.. Saya kembali solo riding diperjalanan pulang, karena oom Welvy baru kembali ke Bekasi pada esok harinya..

Yuk, kita gazz lagiih..! Let’s Goo..!!

Back to Gilimanuk 1

Sebenarnya diperjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk, saya banyak menjumpai Kera yang nongkrong di pinggir jalan.. Namun saya tidak mendapatkan dokumentasi yang mumpuni..

Back to Gilimanuk 2

Sekitar jam 10 kurang Waktu Indonesia Tengah, saya pun sampai di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk dan langsung mengarahkan Johnny menuju lambung kapal penyeberangan..

at Gilimanuk

di ferry

Selfie lagi, aahh.. :P

selfie

Menikmati semilir angin di Selat Bali.. :)

menikmati Selat Bali

Selat Bali

Sekitar hampir 1 jam kapal penyeberangan itu berlayar, akhirnya merapat juga di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi..

Siap2 keluar dari perut kapal..

siap2 keluar ferry

Sekeluarnya dari kapal penyeberangan, saya pun lanjut memelintir kabel gas Johnny menuju Jember..

goes to Jember

entering Banyuwangi

entering Banyuwangi

Namun ketika memasuki ring road Banyuwangi, Johnny mengalami masalah di rantai roda-nya.. ada bunyi “bletak – bletak”.. Dan saya pun menepikan Johnny menuju pertokoan yang sedang tutup.. Setelah dicek, ternyata benar rantai roda kendor dan harus disetel ulang.. Saya pun mulai membongkar perkakas yang saya bawa untuk menyetel rantai roda.. Setelah selesai menyetel rantai, saya pun kembali memacu Johnny menuju Jember..

Namun baru sampai di daerah Genteng, hujan pun turun dan memaksa saya untuk berhenti kembali untuk mengenakan jas hujan..

berteduh sejenak

Setelah memakai jas hujan, saya melanjutkan perjalanan.. Namun apalah daya, kuasa Tuhan lebih dahsyat, menjelang daerah Gunung Gumitir cuaca kembali terang benderang.. *haddooohh..! vanaaazz..! #kipas2.. :D

menjelang Gunung Gumitir

di Gunung Gumitir

di Gunung Gumitir

Karena gerah tak tertahankan, saya pun menepi sebentar untuk membuka jas hujan saya.. *sambil narsis lagi.. :D

narsis dikit

Dan sekitar jam 1.30 siang, saya pun mulai memasuki Jember dan mencari tempat yang cocok untuk saya jadikan rest point..

entering Jember..

Dan -/+ 20 menit kemudian saya sudah di dalam Kota Jember..

di Kota Jember

di Kota Jember

Setelah -/+ 1 jam beristirahat di Jember, saya pun melanjutkan perjalanan menuju Lumajang di bawah naungan awan mendung..

goes to Lumajang

goes to Lumajang 1

Jalanan dengan aspal nan mulus ditambah dengan pemandangan yang menyejukkan menyambut ban Johnny untuk menapakinya..

Di sebelah kiri saya itu entah sungai atau DAS apa namanya.. *lupa nanya.. :D

goes to Lumajang 2

Dan sekitar jam 4 sore saya sudah memasuki Kabupaten Lumajang..

goes to Lumajang 3

Kota Lumajang yang ramai saya lalui tanpa hambatan yang berarti, maklum, lalu lintas di kota ini tidak sepadat kota-kota besar lainnya.. Saya tidak istirahat di kota ini karena ingat pesan dari oom Welvy untuk jangan sampai kemalaman di kawasan Piket Nol, lereng Gunung Semeru.. O iya, sebagai informasi tambahan, nama Piket Nol ini diambil karena pada masa penjajahan, jalur ini selalu dipakai pemerintah kolonial untuk memeriksa setiap angkutan yang membawa hasil bumi.. Jalur ini dipilih karena dapat menghubungkan dua daerah dengan waktu yang relatif lebih cepat (source : http://www.merdeka.com/peristiwa/kengerian-di-balik-indahnya-jembatan-piket-nol.html).. Oleh karena itu saya terus melewati Kota Lumajang karena hari juga semakin sore..

Memasuki daerah Pasirian, jalanan rusak dan berdebu menghadang..

di Pasirian

Tidak lama setelah melewati daerah Pasirian, saya pun mulai memasuki jalur lereng Gunung Semeru.. *makin kenceng melintir gas karena jalan yang menanjak tidak curam, namun panjang.. :D

goes to Piket Nol

goes to Piket Nol 1

Group Riding dulu, aah.. hahahaha.. :D

konvoi

Dikawal, deeh.. *ngaku2.. :P

dikawal

Sekitar jam setengah 6 sore, saya pun mulai memasuki Kabupaten Malang..

memasuki Kab. Malang

memasuki Kab. Malang 2

sejenak menikmati pemandangan

Sesampainya di daerah Dampit, hari mulai gelap.. “Alhamdulillah, gak kemalaman di Lereng Gunung Semeru..” syukur saya, dan saya pun memang berniat untuk bermalam di Kota Malang sambil menemui seorang teman.. Namanya Tamás György.. Beliau adalah seorang “bule gila” berkebangsaan Hongaria yang doyan touring kemana – mana dan juga sedang kuliah dan mengajar di sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Malang.. :D

Saya pun menelpon broo Tamás untuk membuat meeting point di sekitaran Kota Malang, tapi ternyata broo Tamás mengundang saya untuk datang ke rumahnya.. Sampai di rumah broo Tamás saya pun disuguhkan sepiring Spagheti untuk mengisi perut.. Padahal sebelumnya saya sudah bilang kalau saya sudah makan sebelum masuk Kota Malang.. O iya, selain ada broo Tamás di rumahnya, saya juga bertemu dengan teman perempuannya Tamás.. “Namanya, kasih tahu gak yaa..??” :P Iya deh, saya kasih tahu.. Namanya Alexandra, dia berasal dari North Yorkshire, Inggris.. CMIIW..

Sambil berbincang – bincang dengan menggunakan bahasa Inggris (pastinya.. *sengak), broo Tamás memaksa saya untuk menginap di rumahnya saja.. Karena dipaksa, akhirnya saya iyakan saja untuk menginap di rumah tersebut.. *lumayan, pengiritan.. #eeh..?! :P

Jamuan makan malam Spagheti a la chef Tamás dan Alex.. :D

dinner

Selesai makan malam dan mengobrol panjang x lebar dengan campuran Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, saya pun pamit tidur.. zzzz.. groookk..! zzzz.. groookk..!

_________________________________________________________________________________________________________________________________________

8 Januari 2014

Jam sudah menunjukkan jam 8 pagi waktu setempat, saya pun mulai bergerak ke arah kamar mandi, loading bawaan ke atas motor lagi.. Selesai packing saya pun pamit ke Tamás untuk melanjutkan perjalanan pulang.. Baru saja keluar menuju sebuah jalan raya di Kota Malang, rantai roda Johnny kembali mengalami masalah.. Ternyata sudah kendor, dorr, doorr, dooorr.. Dan tidak begitu jauh dari rumah broo Tamás ada sebuah bengkel resmi Yamaha.. Saya pun mengarahkan Johnny ke bengkel tersebut untuk mengganti gear set dan rantai roda.. Dan karena saya datang sudah siang, bengkel pun penuh, Johnny harus mengantri menunggu giliran untuk diperbaiki.. “Kurang lebih selesai jam 1 siang deh, pak..” info dari sang administrator bengkel.. Yaa, mau gak mau harus nunggu, daripada nanti bermasalah di tengah – tengah perjalanan, pikir saya..

Ngebengkel dulu..

ngebengkel

ngebengkel

Di bengkel tersebut saya bertemu dengan 2 orang anggota BRAM (Byson Riders Arek Malang), broo Jian dan satu lagi lupa namanya (maap, broo), serta seorang lagi anggota BYONIC Makassar yang sedang kuliah di Malang.. Thanks buat traktirannya broos.. :D

Sekitar jam 1 siang Johnny pun selesai diperbaiki, saya pun langsung melanjutkan perjalanan menuju Jogja via Blitar – Tulungagung – Trenggalek – Ponorogo – Pacitan..

Pelintir tali gas lagi.. Off from Malang..

off from Malang

off from Malang

Selang 1 jam kemudian, saya pun mulai memasuki Kabupaten Blitar.. Aspal yang mulus dan jalan yang berliku sangat membuai.. :)

entering Blitar

entering Blitar

Sekitar 15 menit kemudian, saya pun memasuki Kota Blitar.. Kota yang bersih dan tidak ada macet seperti di Kota Malang..

Kota Blitar

Kota Blitar

Setelah melintasi Kota Blitar, saya pun menambah kecepatan Johnny menuju Tulungagung dan Trenggalek..

off from Blitar

Tulungagung

Trenggalek

Saya sangat menyukai Kota Trenggalek karena sejuk dengan pemandangan perbukitan yang mengelilinginya mengingatkan saya akan kampung halaman ayah saya, Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci.. Sssshh aaahh.. *tarik nafas udara sejuk.. :)

Selesai menikmati udara segar di Kota Trenggalek, saya pun lanjut menuju Ponorogo.. Jalan yang basah sehabis diguyur hujan menambah dinginnya udara sore itu.. Di beberapa titik jalan ada tanah merah basah yang sangat berbahaya bila dilalui dengan kecepatan tinggi ditambah adanya beberapa batuan besar yang jatuh ke jalan, saya pun menurunkan kecepatan Johnny..

goes to Ponorogo

the view

Jalan basah tanah merah dan batu besar, bekas longsor..

basah

becek

bekas longsor

Memasuki Kabupaten Ponorogo cuaca masih mendung dan sepertinya juga baru habis hujan..

Istirahat lagi menikmati pemandangan sambil menikmati sebatang rokok.. *selfie lagi.. :D

entering Ponorogo

enjoy the view

Memasuki Kabupaten Ponorogo, saya harus berkendara ekstra waspada karena banyak jalan yang “tambal sulam” dan lubang..

road of Ponorogo

road of Ponorogo

Sekitar jam setengah enam sore, saya pun memasuki “Kota Reog” Ponorogo..

entering Reog City

Cukup lama saya beristirahat di Kota Ponorogo, karena selain mendinginkan mesin Johnny, saya pun mengisi perut yang sudah lapar.. Sambil menghisap sebatang rokok saya pun memutuskan untuk membatalkan perjalanan menuju Yogyakarta via Pacitan karena sudah kemalaman dan harus mengejar waktu menuju Yogyakarta.. Di Yogyakarta saya juga ada janji temu dengan seorang kawan lama.. Beliau adalah Didi Botek, mantan vokalis AMANDAGOHAN (band saya dulu) yang sedang menimba ilmu Seni Rupa di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta..

Sekilas tentang AMANDAGOHAN.. Didi Botek ke-2 dari sebelah kanan..

AMANDAGOHAN

Setelah mengabari keberadaan saya ke Didi via SMS, tepat jam setengah 7 malam saya pun melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta.. Malam itu saya mulai berkendara melintasi Wonogiri – pinggiran Waduk Gajah Mungkur – Rejosari – Semin dan Wonosari.. Memasuki Rejosari kondisi lalu lintas mulai sepi, jalanan naik turun yang lumayan tingkat kemiringannya membuat saya harus ekstra hati – hati dan rajin memberi kode lampu di setiap ujung jalan menanjak.. Dan selepas Rejosari menuju Semin, rintik hujan mulai turun dan saya hanya bisa berdoa supaya tidak turun hujan deras saat itu.. Karena lingkungan sekitar rute tersebut hanya ada perkebunan saja, tidak ada tempat untuk berhenti sesaat untuk mengenakan jas hujan.. Dan alhamdulillah doa saya terkabul, memasuki Semin, rintik hujan berhenti.. Dari Rejosari menuju Semin googlemap saya sempat tidak bisa mengakses lokasi (blank) saya pun sempat bingung dibuatnya dan tidak ada orang yang lewat untuk bisa ditanya di mana lokasi saya berada malam itu.. Namun berbekal patokan pancang penunjuk kilometer jalan akhirnya saya sampai di Semin..

Sesampainya di Semin, saya meminggirkan Johnny untuk mengecek ulang googlemap saya, ternyata sudah tidak bermasalah.. Dan saya pun melanjutkan perjalanan menuju Wonosari dan Yogyakarta..

Googlemap menunjukkan jalan “asooy gebuooy” menuju Wonosari.. :P

route to Wonosari

Dan sekitar jam setengah 10 malam, saya pun memasuki Kota Yogyakarta, kondisi jalan yang basah kembali menyambut saya.. Saya pun menelpon teman saya untuk menentukan lokasi bertemu, dan dia menyarankan agar ketemu di sekitaran Taman Siswa.. Setelah bertemu Didi Botek, kami pun langsung mencari Angkringan untuk tempat mengobrol..

Meet Didi Botek, seorang kawan lama sejak jaman kuliah..

meet an oldfriend

Setelah puas mengobrol kami pun berpisah karena jam sudah menunjukkan jam 1 dini hari.. Didi kembali ke kosan-nya, sedangkan saya memutuskan mencari hotel untuk beristirahat karena tidak mau merepotkan Didi dengan suara ngorok saya.. hahahaha..

Berantakin hotel.. :P

di hotel

_________________________________________________________________________________________________________________________________________

9 Januari 2014

Kota Yogyakarta pagi itu sangat cerah cenderung panas, saya pun terbangun jam 8 pagi.. Setelah beres – beres dan check out dari hotel saya pun berniat untuk sarapan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Purwokerto..

Sarapan Gudeg Yu Djum dulu di daerah Wijilan.. :D

Gudeg

Setelah sarapan, saya pun menyempatkan diri untuk mencari oleh – oleh dan kemudian dipaketkan.. *box motor udah penuh soalnya.. :D
Selesai mempaketkan oleh – oleh, saya pun melanjutkan perjalanan menuju Purwokerto via Ambal – Petanahan – Suwuk – Adipala – Cilacap.. Saya pelintir tali gas Johnny untuk melepaskan diri dari kepadatan lalu lintas Kota Yogyakarta siang itu..

Off from Yogyakarta..

off from Jogjaa

off from Jogja

off from Jogja

off from Jogja

Sebelum masuk Kota Purworejo, saya pun pasang sein kiri mengarahkan Johnny ke jalur paling selatan Pulau Jawa.. Aspal mulus saya lewati hingga akhirnya memasuki Kutoarjo jalan berlubang dan rusak siap menyambut..

Rutenya..

the route

Aspal yang mulus di +/- 20 KM pertama..

aspal mulus

aspal mulus

Selfie maning.. :D

blue sky

Jalan mulai rusak ketika memasuki Kutoarjo..

jalan rusak

Mulai Kutoarjo sampai Petanahan kondisi jalannya 80 % rusak, 20 % so so.. Dan ketika memasuki Ambal, saya pun mulai melirik ke kiri dan ke kanan karena ingin melepas rindu dengan Sate Ambal.. Inilah salah satu alasan kuat yang membuat saya lewat jalur paling selatan Pulau Jawa ini.. :D

Mampir dulu sambil istirahat..

Sate Ambal

Selesai menikmati Sate Ambal, jam sudah menunjukkan jam 3 sore, saya pun melanjutkan perjalanan menuju Petanahan – Suwuk – Adipala – Cilacap.. Jalan rusak masih harus saya lalui hingga menjelang Petanahan.. Baru setelah memasuki Petanahan jalan aspal mulus kembali saya lewati dengan santai sampai Suwuk.. Namun di jalur Petanahan – Suwuk, kondisi jalan yang sempit (hanya pas 2 mobil) dan mepet dengan perkebunan dan persawahan harus waspada.. Terkadang ada pemotor setempat yang suka muncul mendadak dari arah perkebunan..

Yukk..! Lanjut lagi..

Screenshot_2014-01-09-14-59-11

Petanahan – Suwuk..

jalur mengecil

Memasuki Kampung Wisata Suwuk.. :D

2014-01-09-1078_1

IMG_5367

Pintu gerbang memasuki Pantai Suwuk

IMG_5368

Namun saya tidak masuk ke Pantai Suwuk dan melanjutkan perjalanan karena hari sudah semakin sore..

Akhirnya foto – foto di sekitar area wisata..

IMG_5369

mtf_tfqLE_721

Dan perjalanan pun saya lanjutkan menuju Adipala.. Jalan Suwuk – Adipala yang berliku – liku tajam serta tanjakan dan turunan yang tidak kalah tajamnya membuat saya wajib berhati – hati memainkan putaran gas dan rem Johnny.. Selain itu, kondisi jalan juga sempit..

Lanjut gazz ke Adipala..

goes to Adipala

IMG_5376

IMG_5378

Kurang lebih 1 jam sejak saya memelintir tali gas Johnny dari Suwuk saya pun kembali melihat pantai dari atas bukit.. Setelah saya bertemu seorang AKAMSI (Anak KAMpung SIni) saya pun mendapatkan info bahwa pantai yang saya lihat tersebut adalah Pantai Malila..

Pantai Malila dari atas bukit..

IMG_5389

Setelah puas menikmati semilir angin dan pemandangan Pantai Malila dari atas bukit, saya pun melanjutkan perjalanan menuju Adipala.. Waktu tempuh dari Pantai Malila ke Adipala membutuhkan waktu -/+ 1 jam.. Sesampainya di Adipala, waktu sudah menunjukkan sekitar jam 5 sore.. Saya pun membatalkan rencana saya untuk terus lanjut menuju Kota Cilacap dan sein kanan menuju Kota Purwokerto.. Karena malam itu saya memang ingin beristirahat di rumah saudara saya di Kota Purwokerto..

Di sebuah persimpangan di Adipala..

at Adipala

Dan gazz lagi menuju Kota Purwokerto via Maos dan Rawalo..

Screenshot_2014-01-09-17-15-20

goes to Pwt

IMG_5400

IMG_5398

The Shadow.. :D

mtf_tfqLE_723

Menyusuri Sungai Serayu..

Serayu

Gunung Slamet di kejauhan menandakan Kota Purwokerto sudah dekat..

IMG_5407

Dan pas Adzan Maghrib berkumandang, saya pun tiba di rumah saudara saya di dekat Stasiun Purwokerto untuk menginap lagi.. Pakde dan bude saya sempat terkaget – kaget, karena memang saya mampir ke rumah mereka tanpa memberi kabar.. xixixixixiie.. :P

_________________________________________________________________________________________________________________________________________

10 Januari 2014

Pagi itu saya terbangun jam 8 pagi.. Selesai mandi, sarapan dan beres – beres, saya pun pamit untuk melanjutkan perjalanan.. Dan tepat jam 11 siang saya pun kembali memelintir tali gas Johnny menuju Bandung via Ajibarang – Majenang – Banjar – Tasikmalaya..

Rutenya..

Screenshot_2014-01-10-10-59-48

Yukk..! Kita gazz lagiih..

IMG_5412

IMG_5414

Kondisi Jalan Raya Purwokerto – Ajibarang waktu itu terbilang cukup rusak, dengan banyaknya lubang dan aspal yang mengangkat atau pun amblas.. Memasuki daerah Wangon, lubang tetap ada namun kuantitasnya tidak sebanyak di Jalan Raya Purwokerto – Ajibarang..

Kondisi jalan Wangon – Majenang..

IMG_5415

IMG_5416

IMG_5417

IMG_5418

Memasuki Majenang – Banjar, kondisi jalan semakin parah dengan semakin banyaknya lubang sehingga saya harus pintar memilah – milah antara lubang mana yang masih enak untuk “dihajar” dengan gaya riding setengah berdiri di atas motor..

Setelah berjibaku dengan jalanan penuh lubang antara Majenang – Banjar, sekitar jam 1 siang saya pun memasuki daerah perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat..

Keluar dari Jawa Tengah..

IMG_5422

Memasuki Jawa Barat..

IMG_5423

Selepas Kota Banjar hujan pun turun, dan saya pun meminggirkan Johnny ke sebuah mini market untuk berteduh sambil menikmati sebatang rokok.. 1 batang rokok sudah habis namun hujan tak kunjung reda.. Akhirnya saya kenakan jas hujan untuk melanjutkan perjalanan.. Sambil mengenakan jas hujan, saya melihat jam di handphone saya.. Ternyata jam sudah menunjukkan jam setengah 2 siang, dan saya pun bergegas untuk melanjutkan perjalanan dan mencari sebuah rumah makan.. Saya pun teringat sebuah restoran yang pernah saya singgahi bersama keluarga saya, restoran itu ada di daerah Ciamis.. Namanya RM Lesehan Saung Nike Ardilla Nada Kuring.. Sekitar jam 2 siang, saya pun sampai di restoran itu dan langsung memesan makan siang dan berkabar dengan Bowo dan kang Dendy, teman2 saya yang tinggal di Bandung..

Menunggu pesanan datang.. :D

mtf_tfqLE_727

Setelah istirahat sambil makan siang selama 1 jam, saya pun melanjutkan perjalanan menuju Bandung tepat jam 3 sore.. Hujan sudah berhenti, jadi saya bisa melihat jalan lebih jelas tanpa adanya air hujan yang mengguyur kaca helm saya.. Sore itu saya menempuh Ciamis – Tasikmalaya – Malangbong – Nagrek dengan kondisi cuaca mendung.. Namun setibanya di Cicalengka hujan kembali turun, Johnny pun kembali saya tepikan menuju sebuah SPBU untuk beristirahat sejenak dan mengenakan jas hujan lagi.. Selepas Maghrib, saya pun melanjutkan perjalanan di tengah hujan deras.. Kondisi lalu lintas Rancaekek petang itu terasa cukup lengang karena tidak ada kemacetan sama sekali.. Tapi setibanya di Cibiru, memang sudah langganan, pasti saya terjebak macet.. Ditambah dengan kondisi cuaca yang sedang hujan..

Setelah berhasil menembus kemacetan di Cibiru, saya lanjut menuju sebuah pusat perbelanjaan di daerah Pasteur.. Teman saya, Bowo, sudah menunggu di sana.. Setelah bertemu dengan Bowo, kami pun langsung mencari tempat yang enak untuk mengobrol dan akhirnya kami sepakati mengobrol di Lapangan Gazibu..

mtf_tfqLE_733

Sambil mengobrol ngalor ngidul dan menunggu kang Dendy, datanglah seorang member forum Nusantaride, kang Ibra namanya.. Ternyata Bowo dan kang Ibra juga sudah berkomunikasi via BBM untuk bertemu di Lapangan Gazibu.. Tak lama kemudian, kang Dendy juga datang, disusul dengan kehadiran teman – teman Nusantaride regional Bandung, Mang Dedi, kang Adit, kang Udhy dll (maaf gak bisa disebutkan satu per satu, karena lupa namanya.. :D).. “Asyik..! Makin ramai nih..” gumam saya.. Dan kang Dendy pun punya ide untuk mengadakan sesi foto bersama..

Ngobrol.. *captured by : oom Hendra Tanjung (member forum of Nusantaride) **pinjam fotonya yaa, oom.. :)

1531861_794440117238534_752751318_o

Foto bersama member Nusantaride di depan Gedung Sate.. *captured by : kang Dendy Julius (member forum of Nusantaride) **pinjam fotonya juga yaa, kang.. :)

1496673_692488327448147_226405613_n

Selesai mengobrol dan sesi foto bersama, tepat jam 10 malam saya pun pamit untuk melanjutkan perjalanan pulang.. Melintasi Kota Bandung – Cimahi – Cianjur – Puncak – Bogor yang habis diguyur hujan membuat cuaca dingin menusuk kulit, dan sekitar jam setengah 1 dini hari (11 Januari 2014) dengan penuh rasa syukur saya sudah tiba di rumah dengan selamat tanpa kurang suatu apapun.. :)

TOUCH DOWN..!!

mtf_tfqLE_737

Dan sebagai penutup.. -unknown-

quotetravel10

T.A.M.A.T

Thx to :

- Allah SWT..
– Oom Welvy (d’HORNETerz) beserta keluarga, broo Fachrul (d’HORNETerz), dan mas Ketut (kakak sepupu) yang sudah bersedia “menampung” saya selama di Bali..
– Tante Johana (d’HORNETerz) dan oom Dani (Pussycat/HAZARD Rider) yang sudah menemani dan menjadi fotografer dadakan selama jalan – jalan di Bali..
– PASCHELL Bali..
– Mas Tamás Gyorgy dan mbak Alex Mackay yang sudah masakin Spagheti di Malang..
– Bro Jian dan kawan – kawan yang sudah menemani ngobrol di Yamaha Blimbing Motor..
– Didi Botek yang sudah menemani menikmati malam di Yogyakarta..
– Family saya di Purwokerto.. Terima kasih pakde, bude karena sudah mengijinkan lagi saya menginap di Purwokerto..
– Bro Bowo, kang Dendy, kang Ibra, mang Dedy dan kawan – kawan Nusantaride regional Bandung (yang tidak bisa disebutkan satu per satu) yang sudah menemani sewaktu istirahat di Kota Bandung..


Total Escape In 12 Days To Feel Heaven (Bag. 2) : Bali, Bali dan Bali..

Sambungan dari : http://bojongserongdikit.wordpress.com/2014/01/21/total-escape-in-12-days-to-feel-heaven-bag-1-journey-to-the-east-bay/#comment-88 .. :D

*NOTE : Catatan lanjutan tulisan ini saya beri judul “Bali, Bali dan Bali” karena saya dan teman-teman menikmati Bali yang tidak hanya identik dengan pantai.. Tetapi juga menikmati pemandangan dataran tinggi, gunung-gunung dan danau-danau.. “Di Bali terlalu mainstream kalau cuma ke pantai, brook..!” kurang lebih demikian kata teman saya Temmy “Red Devil..” *pinjem kutipannya, broo.. :P

Baiklah.. Saatnya melanjutkan..

1 Januari 2014

Akhirnya, setelah hampir 1 jam (sebenarnya jarak tempuh menyeberangi Selat Bali tidak jauh, namun kapal penyeberangan harus lama mengantri masuk dermaga) “terkatung-katung” di Selat Bali, saya pun menapakan ban Johnny di Pulau Dewata.. Setibanya di Pelabuhan Gilimanuk, saya mencari-cari posisi oom Welvy dan broo Fachrul yang katanya mau menggelar “karpet merah” (halaaahh..!) setibanya saya di Gilimanuk.. Saya pun mengirim pesan via whatsapp ke oom Welvy untuk menanyakan posisinya.. Ternyata saya “ditipu” sodarah sodarih..! Mereka menunggu saya di depan Polsek Negara.. Hahahaha.. :P

Akhirnya saya langsung ancang-ancang untuk tancap gazz.. Saya pun menengok ke belakang sebelum tancap gazz.. “Kok sepi..??” batin saya.. Saya pun mengecek googlemaps kembali, dan ternyata saya harus melewati 1 taman nasional lagi, yaitu Taman Nasional Bali Barat.. Saya pun langsung tancap gazz tanpa tedeng aling-aling di tengah hujan gerimis.. Taman Nasional Bali Barat begitu sepi (ya iyalaaahh.. orang udah jam 2 malam WITeng), saya pun memelintir putaran gazz Johnny sampai sekitar 100 Kpj karena ingin mengejar rombongan kendaraan yang tadi 1 kapal penyeberangan dengan saya.. Tidak jarang saya membunyikan klakson di setiap tikungan dan jembatan untuk mengusir kengerian saya.. Dan ada cerita yang agak spooky ketika melewati 2 jembatan, ada 2 bayangan di sisi kanan dan kiri jembatan.. Saya pun mengklakson panjang selama melewati jembatan tersebut, sambil terus memandang lurus tanpa tengok kiri kanan.. Ngeri, booorr..! (**l!)

Setelah nge-gazz Johnny selama +/- 30 menit, saya pun memasuki Kota Negara.. “Alhamdulillah, akhirnya sampai juga..” gumam saya.. Saya pun lanjut mencari Polsek Negara, dan tidak jauh dari Polsek tersebut, saya pun melihat 2 sosok pria berkumis tebal dan berewokan.. Yess..!! Mereka adalah oom Welvy dan broo Fachrul.. Akhirnya ketemu juga, dan kami pun langsung menuju ke rumah mertua oom Welvy yang berjarak tidak jauh dari Polsek Negara untuk beristirahat.. FYI : saya masih kebagian Ayam Bakar tahun baru-an.. :P

Ngobrol sebelum tidur.. Captured byAndroid Jelly Drink punya oom Welvy.. #eeh..?! :D

@ Negara

Bangun tidur sekitar jam 12 siang, langsung makan siang.. Benar-benar puas saya tidurnya.. Kami pun ngobrol mengenai perjalanan saya dan oom Welvy ketika menuju ke Bali.. Yupzz..! Oom Welvy juga riding ke Bali.. Awalnya mereka bertiga, tapi sesampainya di Semarang ada 1 orang, Mas West, dia stay di Semarang karena ada pekerjaan.. Alhasil hanya Oom Welvy dan keponakannya yang lanjut sampai Bali..

Selesai bertukar cerita, oom Welvy dan broo Fachrul pun mengajak saya ke Pantai Baluk Rening.. Jaraknya tidak jauh, sekitar 10 menit menggunakan sepeda motor.. Pantainya lumayan ramai, biaya masuknya pun murah.. Rp 1.000,- per motor.. “Kalau bukan hari libur sih, gratis..” kata oom Welvy..

Di Pantai Baluk Rening, Negara..

@ Pantai Baluk Rening

with oom Welvy

Selesai “menumpang mandi” di Baluk Rening, kami pun kembali ke rumah mertua oom Welvy, ditambah hari juga semakin sore.. Dan malam harinya broo Fachrul pun harus pulang ke Denpasar, karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan di sana esok harinya.. Ooh iya, broo Fachrul ini adalah member HORNET Jakarta yang sekarang stay di Gianyar, karena sudah pindah tugas ke Denpasar.. Akhirnya tinggal saya dan oom Welvy yang stay di Negara dan menunggu kehadiran oom Danie (Pussycate/Hazard) dan tante Johanna (HORNET Jkt).. Yess..!! Ternyata mereka juga menyusul ke Bali dan akan tiba malam itu.. Bertambah lagi nih, teman-temannya..

Oom Danie dan tante Jo pun sampai di Negara, dan langsung dikawal menuju rumah mertua oom Welvy untuk beristirahat..

BP

Kami pun kembali terlibat obrolan yang seru dengan saling tukar cerita selama perjalanan dan kemudian istirahat tidur..

_________________________________________________________________________________________________________________________________________

2 Januari 2014

Pagi ini saya bangun tidak terlalu siang, karena ada rencana untuk menyusul broo Fachrul ke Gianyar bersama oom Welvy, oom Danie dan tante Jo.. Saya dan oom Danie pun sepakat untuk membersihkan tunggangan masing-masing terlebih dahulu.. “Biar mesin adem, kalau bersih..” pikir saya..

Waktunya si Johnny dan Pulsar-nya oom Danie untuk mandi..

nyuci

Selesai CIMOT (cuCI MOTor), kami pun packing untuk berangkat ke Kuta.. Kok ke Kuta..?? Ternyata memang broo Fachrul akan menjemput kita di Kuta sebelum ke Gianyar.. Waktu tempuh Negara – Kuta sekitar 2 jam, kami pun mulai bergegas..

Menyusuri jalan antara Negara – Tabanan diawali dengan cuaca berawan.. Kondisi jalanan yang dekat dengan pantai dan perbukitan yang berliku-liku dan naik turun-nya sungguh menggoda karena mulus, namun ada 2 titik yang sedang dalam pembangunan jembatan layang sehingga harus berkendara ekstra hati-hati karena kondisi jalan yang licin akibat tanah merah yang habis diguyur hujan.. Tidak ada foto-foto yang bisa saya dokumentasikan di perjalanan menuju Kuta karena Pocket Camera saya batere-nya nge-drop.. hikzz..! (**l!)

Sesampainya di Tabanan, kami pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah mini market sambil menunggu kabar dari broo Fachrul untuk menentukan titik penjemputan.. Selesai mengisap sebatang – 2 batang rokok, kami pun melanjutkan perjalanan.. Menyusuri Kota Tabanan dan oom Welvy mengajak kami untuk mampir ke Tanah Lot.. Assoooyy..! Tapi sayang, gerimis mulai turun, turis pun sangat ramai di tempat wisata ini.. Akhirnya saya mengurungkan niat saya untuk masuk ke pantai-nya dan makan Soto di warung setempat.. :P

Akhirnya numpang foto di parkiran ajaa.. :D

@ Tanah Lot

Hujan pun berhenti, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Kuta.. Yupz..! broo Fachrul sudah mengabarkan lokasi untuk menjemput kami.. Kami memasuki Kuta sekitar jam 7 malam dan setelah ketemu broo Fachrul, kami diajak untuk mampir ke basecamp PASCHELL (PASukan CHELLeng), sebuah komunitas motor di Bali.. Di tempat tersebut kami bertemu dengan broo Ijis, Ajus, Babeh dan dua lagi lupa namanya.. (maap yaa, boor.. :D)

Mampir ke Warung Ijis Paschell

at Warung Ijis Paschell 1

at Warung Ijis Paschell 2

Setelah mengobrol panjang x lebar, kami pun pamit untuk menuju ke kosannya broo Fachrul untuk menginap di sana..

_________________________________________________________________________________________________________________________________________

3 Januari 2014

Bangun jam 8 pagi, Ritual di jamban setengah jam dan beres-beres.. Saya, oom Welvy, oom Danie dan tante Jo pun bersiap-siap untuk program jalan-jalan “membelah” Pulau Dewata.. Tujuan pertama adalah Kintamani.. Jam sudah menunjukkan jam 9 lewat, kami pun bergegas untuk berangkat.. Sambil keluar dari Gianyar, saya meminta untuk berhenti mengganti oli mesin si Johnny.. Dan tak jauh dari kosannya broo Fachrul, kami menepi ke sebuah bengkel..

Johnny ganti oli dulu..

ganti oli

Selesai ganti oli, kami pun mulai menapaki aspal yang menanjak ke arah Kintamani.. Aspal mulus dan aspal kasar berkolaborasi menjadi melodi merdu di ban dual purpose-nya Johnny..

Hey Ho.. Let’s Goo..!!

goes to Kintamani 1

goes to Kintamani 2

goes to Kintamani 3

goes to kintamani 4

Akhirnya sekitar jam 11 lewat kami sampai di Kintamani.. Kami pun langsung memasang standar sepeda motor untuk menikmati udara segar sambil memandangi Gunung Batur dan Danau Batur serta foto-foto pastinya.. :D

Di Kintamani..

di Kintamani

di Kintamani

Awas jatoh, mbaaahh..!! :P

di Kintamani

Ada bule nyasar.. :D

di Kintamani

Ditawar.. Ditawaaaarrr..!! :P

di Kintamani

Pemandangan sekitar.. O.U.T.S.T.A.N.D.I.N.G..!! :)

di Kintamani

di Kintamani

Kami putuskan untuk makan siang di Kintamani.. Selesai makan, kabut pun mulai turun dengan pekat..

Kabut di Kintamani

menikmati kabut

Setelah kabut mereda, sekitar jam 3 sore kami lanjutkan perjalanan menuju Danau Buyan dan Danau Beratan, di Bedugul..

Goes to Bedugul..

to Bedugul 1

to Bedugul

Aspal basah sehabis hujan..

to Bedugul

to Bedugul

to Bedugul

Let’s chase the Porks for a dinner..! hahahaha.. :D

to Bedugul

to Bedugul

Akhirnya oom Danie dan tante Jo keliatan juga di kamera sayaa.. xixixixiie.. :P

to Bedugul

Nih fotografernya.. Jangan macem-macem lu pade, udah ada yang punya niih.. hahahaha..Oom Danie dan Tante Jo.. Thanks yaa, udah mau foto-in kita-kita.. :D

to Bedugul

Lanjut foto-foto lagi..

to Bedugul

to Bedugul

to Bedugul

Oke, foto-foto sambil menikmati pemandangan selesai.. yukk, kita lanjut lagi..

to Bedugul

to Bedugul

Sebenarnya kami salah jalan, karena saya ragu untuk mengikuti googlemaps.. Jadi seharusnya sebelum memasuki daerah Kubutambahan, kami belok kiri.. Tetapi setelah bertanya kepada AKAMSI (Anak KAMpung SItu), mereka menyarankan agar lewat jalan utama, memasuki Kota Singaraja.. Akhirnya kami berjalan agak memutar dulu melewati Kubutambahan dan Singaraja..

Jalur menurut googlemaps..

to Bedugul

Tetapi kebetulan saja kami lewat jalur utama, karena BBM sudah mulai tipis..

Three Mustgetir.. :D

to Bedugul

Setelah +/- 3 jam perjalanan plus istirahat dan isi bensin, akhirnya kami sampai di Danau Buyan dan Beratan..

di Danau Buyan dan Beratan

Langsung sadar kamera dengan background Danau Beratan..

di Danau Buyan dan Beratan

Danau Buyan..

Danau Buyan

Lembayung senja..

lembayung senja

Setelah puas mikmati keindahan Danau Buyan dan Beratan, kami pun melanjutkan pulang ke Negara via Pupuan – Pulukan.. Jalan gelap dan sempit serta hujan deras mengiringi kami.. Jalur ini sangat ekstrim dengan banyak tikungan tajam cenderung patah-patah kayak jogetnya Anisa Bahar.. #eeh..?! Sayang tante Jo dan saya tidak bisa mengeluarkan kamera dikarenakan hari sudah gelap dan hujan deras pula..

Jalur yang kami lewati menuju Negara via Pupuan dan Pulukan dari Bedugul..

back to Negara

Akhirnya sekitar jam 11 malam, kami pun sampai Negara.. Makan malam lagi trus istirahat, karena oom Danie dan tante Jo akan pulang ke Jakarta pada Sabtu pagi.. Yakk..! Mereka akan pulang duluan..

_________________________________________________________________________________________________________________________________________

4 Januari 2014

Matahari pun sudah beranjak naik, pagi itu cuaca sangat cerah.. Oom Danie dan tante Jo pun bersiap-siap untuk pulang..

packing

foto bersama

Setelah oom Danie dan Tante Jo berangkat, saya pun sibuk mencari bengkel lagi karena ada tetesan oli mesin dari kabel tachometer Johnny.. *penyakit kambuhan ini mah.. :P

sil takometer

Selesai memperbaiki Seal Tachometer, saya pun kembali ke rumah mertua oom Welvy.. Saya mengobrol tentang “ketidak puasan” saya ketika membelah Pulau Bali di hari sebelumnya dan saya berniat memundurkan jadwal pulang saya yang harusnya hari Senin tanggal 6 Januari 2014 menjadi Selasa, 7 januari 2014.. xixixixixixiie.. :P Oom Welvy hanya manggut-manggut sambil memelintir kumisnya.. #eeh..?! :D Beliau dan istrinya memang kebetulan punya rencana untuk berkunjung ke rumah saudaranya di sekitaran Denpasar (lupa nama daerahnya) di esok harinya.. Jadi bisa mengantar saya sampai Denpasar..

Dan di malam harinya saya, oom Welvy beserta istri dan kedua anak-anaknya jalan-jalan keliling Kota Negara..

_________________________________________________________________________________________________________________________________________

5 Januari 2014

Bangun pagi lagi, sarapan lagi.. Saya, oom Welvy dan Istri pun bersiap-siap untuk berangkat menuju Denpasar..

siap2 jalan2 lagi..

Kami berangkat dengan cuaca berawan mulai dari Negara sampai ke rumah saudaranya oom Welvy.. Sesampainya di sana, ada SMS dari kakak sepupu saya yang ternyata sekarang dia tinggal di Sesetan.. Dia menanyakan keberadaan saya dan meminta saya untuk mampir.. Kemudian saya mengobrol dengan oom Welvy tentang tujuan saya sore itu untuk pergi ke GWK dan Uluwatu.. Dan ternyata oom Welvy juga ingin ikut serta, dia menyarankan agar menuju ke Uluwatu terlebih dahulu.. Setelah pamit ke saudaranya oom Welvy, kami pun berangkat menuju GWK dan Uluwatu..

Goes to Uluwatu

di Uluwatu

Uluwatu

Masih segar pas turun tangga.. :P

Uluwatu

Kami pun sempat bertemu dengan member HORNET lagi.. Oom Edi, beliau bawa mobil beserta keluarganya..

Uluwatu

Pemandangan di Uluwatu..

Uluwatu

Uluwatu

IMG_5164

Selesai menikmati pemandangan di Pantai Uluwatu, hari sudah menjelang Maghrib.. Kami pun beranjak pergi karena oom Welvy dan istri akan pulang ke Negara.. Kalau tadi masuk ke pantai ini kami menuruni anak tangga, sekarang untuk keluarnya kami harus menaiki anak tangga.. :P

Aki-aki ambil nafas dulu.. :D

Uluwatu

Ayoo, mbaaahh..! *lempar tali sling.. :P

Uluwatu

Kembali menuju Denpasar, kami melewati Tol Nusa Dua – Benoa.. Tol ini kalau tidak salah baru diresmikan sekitar Juli 2013.. Untuk sepeda motor, tiket masuknya hanya Rp 4.000,-..

Johnny masuk tol.. :D

di Tol

di Tol

di Tol

di Tol

Sebelum berpisah, kami pun sempat ditraktir makan malam oleh temannya oom Welvy (lupa dah, namanya.. :P) di sekitaran Kuta.. Setelah makan malam, kami pun berpisah.. Oom Welvy dan istri langsung pulang ke Negara dan saya pergi ke Sesetan untuk menginap di rumah saudara sepupu saya, karena esok harinya saya ingin membunuh “ketidak puasan” saya ketika “membelah” Pulau Bali di beberapa hari sebelumnya..

_________________________________________________________________________________________________________________________________________

6 Januari 2014

Sekitar jam 9 pagi, saya pun memulai perjalanan saya kembali.. Perjalanan kali ini mengelilingi Pulau Bali.. Kembali saya memelintir tali gazz Johnny untuk menapaki kilometer demi kilometer dan berdoa semoga cuaca hari itu akan cerah..

Setelah mengendarai Johnny selama +/- 1,5 jam dari Sesetan, saya sampai di Pelabuhan Penyeberangan Padangbai.. Perjalanan ke Pelabuhan Padangbai saya lakukan untuk menjawab rasa penasaran saya tentang letak dan bagaimana tempat penyeberangan ke Lombok tersebut.. :D

Galau beraaatt..!!

Padangbai

Padangbai

Padangbai

Selesai menghisap 2 – 3 batang rokok, saya melanjutkan perjalanan menuju Amlapura..

Amlapura

Di perjalanan dari Padangbai menuju Amlapura saya dihibur oleh pemandangan pantai di sebelah kanan saya dan jalanan yang melewati perbukitan..

goes to Amlapura

goes to Amlapura

Jam setengah 12 siang saya pun sampai di Kota Amlapura.. Saya kembali menepikan Johnny ke sebuah warung rokok untuk rehat sejenak sambil mencari info rute dan kondisi jalan ke Singaraja..

Memasuki Kota Amlapura..

Amlapura

Setelah rehat, saya pun melanjutkan perjalanan menuju Singaraja kembali melewati Kubutambahan..

goes to Kubutambahan

goes to Kubutambahan

goes to Kubutambahan

goes to Kubutambahan

goes to Kubutambahan

Memasuki Kawasan Wisata Tulamben..

goes to Kubutambahan

goes to Kubutambahan

Selepas melewati jalan perbukitan di Kawasan Wisata Tulamben, saya pun kembali menyusuri jalan di pinggir pantai..

goes to Kubutambahan

goes to Kubutambahan

goes to Kubutambahan

Menikmati sebatang rokok di sebuah pantai tidak dikenal..

goes to Kubutambahangoes to Kubutambahan

Dan lanjut gazz lagi dengan pemandangan pantai sepanjang jalan Kubutambahan – Kota Singaraja..

goes to Singaraja

goes to Singaraja

Setelah +/- 3 jam perjalanan dari Amlapura, saya pun sampai di Singaraja sekitar jam 3 sore.. Cuaca agak mendung di kota tersebut.. Saya pun kembali beristirahat untuk mengisi perut yang sudah “kriuk-kriuk” karena memang belum makan siang.. Selain itu juga menjawab pesan whatsapp dari oom Welvy yang menanyakan posisi saya dan mengingatkan jangan sampai ketemu gelap di kawasan Taman Nasional Bali Barat..

Rute yang saya tempuh dari Amlapura ke Singaraja..

Amlapura - Singaraja

Mengisi perut nan kosong sudah selesai, dan waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore.. Saatnya melanjutkan “etape” terakhir menuju Negara, jangan sampai saya kemalaman lagi di Taman Nasional Bali Barat.. Karena selain seram, juga tidak bisa menikmati pemandangan yang ada..

goes to Negara

goes to Negara

goes to Negara

goes to Negara

Dan mulai memasuki kawasan Taman Nasional Bali Barat..

goes to Negara

goes to Negara

goes to Negara

goes to Negara

Kawasan Taman Nasional Bali Barat setelah Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk..
Inilah jalan yang spooky pada saat malam hari ketika saya pertama kali menjejakkan ban Johnny di pulau dewata.. Dan bayangan dua sosok makhluk yang saya liat di jembatan malam itu adalah dua buah patung yang berbentuk manusia.. ALAMAAAAKK..!! Ngerinya udah kayak apa malam itu, ternyata hanya bayangan patung.. *tepok jidat lagiiihh..

goes to Negara

goes to Negara

Setelah 2,5 jam menikmati semua pemandangan dari Singaraja, saya pun memasuki Kota Negara menuju rumah mertua oom Welvy, sekitar jam setengah 7 malam.. Dan langsung packing untuk persiapan kembali ke Pulau Jawa pada esok harinya..

Rute yang saya lewati dari Singaraja menuju Negara..

goes to Negara

Saya sangat menikmati kondisi jalan mulai pada saat “membelah” Pulau Bali hingga perjalanan ke-2 saya memutari Pulau Bali mulai dari Sesetan, Padangbai, Amlapura, Singaraja dan Negara.. Selain pemandangan yang indah, jalanannya tidak ada yang rusak parah, paling hanya aspal ngangkat atau amblas saja, itu pun hanya di beberapa titik saja.. bisa dikatakan 95% muluuuss.. Thumbs Up buat Pemprov Bali dan Pemkab se-Bali..!!

B.E.R.S.A.M.B.U.N.G..


Total Escape In 12 Days To Feel Heaven (Bag. 1) : Journey To The East Bay..

PREAMBLE..

Sudah lama juga saya tidak menulis di blog ini sejak dari event Nusantaride National Dieng Rally di bulan November 2012.. Di perjalanan kali ini, saya melaksanakannya seorang diri.. Yess..!! Solo Riding.. Dan tujuan touring saya kali ini adalah Pulau Dewata, Bali.. Namun di Bali nanti, ada 2 teman saya yang menunggu di Negara, Kab. Jembrana.. Mereka adalah kawan-kawan saya yang tergabung di HORNET (Honda Riders On Internet), oom Welvy (HORNET_124) dan bro Fachrul (HORNET_150 & PASCHELL Bali)..

Judul tulisan saya ini terinspirasi dari salah satu lagu band favorit saya, Rancid.. Dan diperjalanan kali ini, saya mengandalkan Johnny (Yamaha Scorpio 225Z)..

Johnny

Ok, kita langsung saja.. Surat cuti sudah di-acc mulai tanggal 2 – 10 Januari 2014.. Tapi saya ambil “cuti colongan” di tanggal 30 dan 31 Desember 2013.. wkwkwkwkwk.. *jangan ditiru yaa.. :D

So, ayoo kita gazz lagih..!! \m/

30 Desember 2013..

Setelah bangun pagi dan gosok gigi tanpa mandi, saya pun memulai perjalanan saya tepat jam 5 pagi.. Pagi itu tidak ada awan hitam yang menggelayut di langit mulai dari Cibinong sampai Cianjur.. Saya susuri Jalan Raya Puncak dengan dengan kecepatan sedang sambil menghirup udara bersih di kaki Gunung Gede tersebut.. Kondisi lalu lintas yang mulai ramai oleh aktivitas namun terasa masih lengang.. Namun menjelang Puncak Pass cuaca lumayan berkabut..

goes to Puncak 1

goes to Puncak 2

Cuaca mulai berkabut di Puncak Pass..

Puncak Pass

Dan sudah menjadi “ritual” rutin saya ketika melakukan perjalanan ke arah timur Indonesia, saya selalu sarapan bubur RM. Pribumi di Kota Cianjur..

Mari kita sarapan dulu.. *lempar tali kekang.. #eeh..?! :P

RM. Pribumi

Tepat jam 7.30, saya pun melanjutkan perjalanan menuju Jatinangor, melewati Cimahi – Cibiru – Cileunyi dengan kondisi lalu lintas yang lumayan ramai sehingga butuh waktu tempuh sekitar 2 jam untuk mencapai Jatinangor dari Cianjur.. Sesampainya di Jatinangor, saya pun sempatkan diri untuk mengistirahatkan Johnny dan badan nan tambun ini sambil mengisi BBM..

Dua batang rokok dan segelas susu hangat sudah saya nikmati, dan saya pun kembali memulai perjalanan mengarah ke Kuningan via Wado..

Jatinangor - Kuningan

Menyusuri Cadas Pangeran dan Kota Sumedang.. Dan di Kota Sumedang googlemaps saya sempat dibingungkan karena adanya pengalihan jalan.. Dan setelah menyusuri jalanan Kota Sumedang ke arah Wado, saya sempat blusukan ke pasar tradisional di kota tersebut.. *tepok jidat..

Namun akhirnya kembali ke “jalan yang benar” setelah blusukan gak jelas.. *lanjut menuju Wado..Sumedang - Wado

Kondisi jalan Sumedang – Wado 80% mulus dengan 20%-nya aspal kasar dan “tambal sulam..” Setibanya di Wado, gerimis mulai turun, namun tidak sampai hujan deras.. Sehingga saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Talaga dan Kuningan tanpa mengenakan jas hujan..

Perjalanan dari Wado menuju Talaga memang cukup menghilangkan rasa lelah saya (padahal Bali masih jauh), dengan pemandangan kanan kiri sawah dan perbukitan, serta Gn. Ciremai di kejauhan..

goes to Talaga 1

goes to Talaga 2

goes to Talaga 3

Saya tiba di Telaga sekitar jam 1 siang, dan saya pun memutuskan untuk istirahat makan siang di daerah tersebut..

Setelah cukup beristirahat dan makan siang, saya pun melanjutkan perjalanan dengan rest point berikutnya di daerah Ketanggungan.. Menyusuri jalan di kaki Gunung Ciremai memang mengasyikan, tikungan yang “menggoda” dan udara yang menyejukkan..

map to Ketanggungan

goes to Kuningan

Dan ada bagian jalan yang sudah dibeton juga..

goes to Kuningan 2

Cuaca cukup cerah ketika saya memasuki Kota Kuningan.. Dan saya tidak terlalu dalam memasuki Kota Kuningan, karena ada jalan by pass yang cukup menyingkat waktu..

Selepas Kota Kuningan, saya pun menambah kecepatan menuju Ketanggungan.. Melewati daerah Ciledug dan kondisi jalan yang lumayan rusak dan berpasir ketika menjelang Ketanggungan..

goes to Ketanggungan

goes to Ketanggungan 2

Sampai di Ketanggungan, saya kembali beristirahat dan mengisi bensin-nya Johnny yang sudah setengah lebih dikit.. Kembali menikmati 2 batang rokok dan sekaleng minuman penambah daya tahan tubuh.. Dan sekitar jam setengah 5 sore saya pun melanjutkan perjalanan menuju rest point berikutnya, Semarang..

goes to Semarang 1

goes to Semarang

goes to Semarang

Sekitar jam setengah 7 malam, saya pun memasuki Kota Pekalongan.. Karena cacing2 dalam perut udah “tereak” saya pun memutuskan untuk menjadikan kota ini untuk dijadikan tempat beristirahat dan makan malam..

goes to Semarang 4

Selesai makan malam, perjalanan pun saya lanjutkan.. Hujan deras pun mulai turun tidak jauh selepas Kota Pekalongan, sehingga saya turunkan kecepatan Johnny hingga 50 Kpj ketika melintasi Alas Roban – Kendal – Semarang..

Oh iyaa.. Saya putuskan untuk menunda istirahat di Semarang dan lanjut gazz truzz menuju Demak.. Karena saya kepikiran untuk mencari penginapan untuk bermalam di Kota Demak.. Namun yang terjadi adalah saya tidak dapat mencapai Kota Demak.. Hujan deras yang terus turun sejak dari Pekalongan kali ini disertai angin kencang yang membuat Johnny bergoyang..

Ketika ada SPBU, saya pun langsung “sein kiri” untuk beristirahat sejenak.. 1 jam, 2 jam saya beristirahat sambil berharap cuaca akan membaik, ternyata tidak juga.. Karena jam sudah menunjukkan sekitar jam 11 malam, akhirnya saya putuskan untuk istirahat tidur di SPBU tersebut..

Buka lapak, deeh.. *tankbag jadi alas kaki, tas pinggang jadi bantal.. :D

at SPBU Demak

Alarm di ponsel saya setting 2 jam, namun ketika saya terbangun jam 2 pagi angin masih berhembus cukup kencang walaupun tidak sekencang waktu pertama kali saya tiba di SPBU tersebut.. Tidur pun saya lanjutkan dengan alarm saya setel menyala di jam 4 pagi..

________________________________________________________________________________________________________________________

31 Desember 2013

Alarm pun berbunyi tepat jam 4 pagi, angin sudah tidak berhembus kencang namun hujan masih turun dengan derasnya.. Sayapun merapihkan matras dan peralatan lainnya.. Selepas  Shalat Subuh, saya langsung melanjutkan perjalanan menuju Demak – Kudus – Pati – Rembang..

Sesampainya di Pati hujan mulai mereda dan saya melihat ada sebuah rumah makan yang sudah buka.. Dan saya pun mampir untuk sarapan..

@ Pati

Selesai sarapan, saya lanjut lompat ke Johnny untuk melanjutkan perjalanan menuju Rembang.. Sesampainya di Rembang, matahari mulai naik walaupun masih gerimis.. Saya pun “sein kanan” menuju Blora..

goest to Blora

goes to Blora 2

Kondisi jalanan Rembang – Blora masih terasa sama dengan waktu saya melakukan perjalanan menuju Bromo di 2011 silam..

Di perjalanan menuju Blora, saya tidak bisa mengeluarkan pocket camera saya dikarenakan hujan yang turun terus menerus.. Setibanya di Blora, hujan berhenti dan saya sempatkan untuk kembali beristirahat untuk menikmati segelas teh manis hangat..

@ Blora

Setelah menikmati segelas teh manis hangat, saya pun melanjutkan perjalanan di tengah rintik hujan menuju Mojokerto via Cepu – Bojonegoro – Babat – Ploso.. Saya sempat dibuat bingung oleh googlemaps yang selalu mengarahkan saya untuk mengarah ke kanan.. Karena tidak yakin, saya pun bertanya kepada tukang ojek.. Mereka menyarankan agar saya mengambil arah ke Babat dulu, baru kemudian belok kanan ke arah Jombang karena jalannya tidak serumit yang disarankan googlemaps yang harus blusukan k kampung-kampung.. Saya pun mengikuti saran dari tukang ojek dan langsung tancap gazz..

Pemandangan di sepanjang jalur Babat – Ploso – Mojokerto

goes to Mojokerto

goes to Mojokerto

goes to Mojokerto

Setibanya di Mojokerto, cuaca sangat cerah.. saya memutuskan untuk istirahat sambil mengisi BBM-nya Johnny yang jarum indikator bensin-nya sudah “nyender” mendekati garis merah.. Ketika mengisi BBM, ada kejadian lucu dimana ada seorang pengendara motorcross yang motornya kinclong (kayaknya habis dicuci) curi – curi pandang melihat Johnny yang kotor habis.. hahahaha.. :P

Istirahat di sebuah SPBU di Mojokerto sambil mengatur googlemaps ke arah Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi..

@ Mojokerto

Okey.. Jam sudah menunjukkan jam 4 sore, saatnya kembali bergerak, mengingat perkiraan waktu tempuh menuju Pelabuhan Ketapang dari Mojokerto sekitar 5 – 6 jam..

goes to Banyuwangi 1

Saya pelintir putaran kabel gas Johnny untuk menapaki kilometer demi kilometer menuju Banyuwangi melewati Pasuruan dan Probolinggo.. Ketika memasuki Probolinggo jam sudah menunjukkan sekitar jam 6 sore, rintik hujan mulai turun kembali.. Akhirnya saya menepikan Johnny untuk makan malam di sebuah restoran yang sederhana sebelum melanjutkan perjalanan..

Selesai makan malam, saya pun melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi di bawah rintik hujan.. Lalu lintas menuju Situbondo lumayan ramai saat itu, mungkin karena pada mau malam tahun baru-an.. Memasuki Situbondo, hujan turun semakin deras.. Saya pelankan laju si Johnny dikarenakan pandangan yang terbatas karena air hujan yang turun.. Perkiraan waktu yang saya buat ternyata meleset.. Beberapa kali saya harus berhenti di SPBU, karena mata yang mulai sepet.. Di SPBU, saya beberapa kali whatsapp-an dengan oom Welvy dan broo Fachrul yang terus mempertanyakan posisi dan kondisi saya..

Di SPBU terakhir tempat saya berhenti, oom Welvy sempat bertanya : “lanjut gak, leeehh..??”.. Dan saya jawab : “gazz truzz..!!” :D
Namun sehabis menjawab pertanyaan tersebut, saya kembali mengecek googlemaps saya.. Walaaahh..! ternyata habis SPBU tersebut saya harus memasuki kawasan Taman Nasional Baluran.. Celakanya begitu mengecek jam, waktu sudah menunjukkan jam setengah 11 malam.. Sambil membakar sebatang rokok lagi, saya pun galau (halaaahh..!).. “Lanjut.. Enggak.. Lanjut.. Enggak..??” itu pertanyaan yang hinggap di benak saya.. Dan akhirnya dengan “nekad” kuat saya putuskan  untuk melanjutkan perjalanan menuju Ketapang di tengah hujan deras dan gelap.. “Masa Haryo (teman saya yang kerempeng (wkwkwkwk.. ceng-in dikit, aah :P) yang pernah juga melewati Baluran di waktu malam hari pada saat solo riding ke Lombok) aja berani, masa saya nggak berani..” pikir saya..

Saya pun memulai kembali perjalanan keluar dari Situbondo dan langsung disambut oleh gelap pekat, aspal basah dan hujan deras di Taman Nasional Baluran.. Hanya ada beberapa mobil yang berpapasan dengan saya, itu pun yang mengarah ke Situbondo.. Kemudian ada 2 buah truk yang mogok, paling tidak saya tidak merasa sendirian.. Tiba-tiba di belakang saya ada sebuah mobil yang memasang lampu jauh.. Saya pun memberi kesempatan agar mobil itu mendahului saya dan mulai mengikutinya.. “Aaah.. Ada teman niih..!” *gumam saya.. Tapi yang saya rasakan kok seperti semakin lama semakin terasa seperti kejar-kejaran yaa.. Begitu jalan lurus mobil tersebut langsung tancap gas.. Semakin saya dekati, semakin mobil tersebut berusaha untuk tancap gas..

Akhirnya saya pun sampai di Pelabuhan Ketapang sekitar jam 12 malam kurang.. Saya pun langsung memasuki pelabuhan dan langsung masuk ke kapal penyeberangan.. Dan di dalam kapal penyeberangan, saya kembali bertemu dengan mobil yang tadi sempat kejar-kejaran di Baluran.. Saya pun menyapa supirnya dan bilang : “saya yang nempelin bapak, tadi pas di Baluran maksudnya mau nyari barengan..” Dia malah bilang : “walaaahh..! saya kira orang jahat, pak.. makanya saya tadi main tancap gas terus..” *saya, tepok jidat..

Bapak supir mobil tadi pun naik ke ruang penumpang di bagian atas kapal.. Dan saya tetap di dek dan mulai menanti detik-detik pergantian tahun.. Yess..!! Malam ini tahun baru-an di Selat Bali..

Menikmati malam pergantian tahun di kapal penyeberangan Ketapang – Gilimanuk..

@ Selat Bali

Tepat jam 00.00 WIB pergantian tahun pun tiba.. Kembang api dan bunyi terompet kapal memecah keheningan malam di Selat Bali.. Saya agak heran, ketika melihat ke arah Banyuwangi langit-langit seperti pecah karena tembakan kembang api.. Tapi begitu melihat ke arah Bali, kok sepi-sepi aja yaa..? Baru ingat ternyata Bali sudah tahun baru duluan, kan waktu-nya 1 jam lebih cepat.. *tepok jidat lagiiihh..!!

BERSAMBUNG..


Trip To Dieng.. Goes To Nusantaride National Dieng Rally 2012

Bogor, 14 November 2012

Bangun jam setengah 7 pagi, rencana berangkat jam 8 pagi. Bro Memed sudah sampai di rumah saya untuk berangkat ke Dieng bersama saya. Sekitar jam setengah 9, kami pun siap berangkat. Tapi terlihat ada oli “meler” di mesin Johnny, ternyata baut jalur oli-nya kurang kenceng. Ndilalah begitu dikencengin malah dol bautnya. Akhirnya saya putuskan untuk memperbaiki masalah tersebut di bengkel langganan..

Ngebengkel dulu.

Setelah Johnny selesai diperbaiki, saya dan bro Memed pun mulai perjalanan tepat pukul 11.00 BBWI. Rute yang kami lewati adalah : Depok – Cibinong – Sentul – Bukit Pelangi – Gunung Geulis – Cisarua – Puncak. Begitu memasuki Sentul, hujan mulai rintik-rintik dan memaksa kami untuk memakai jas hujan dulu. Meliuk-liuk di jalur Bukit Pelangi – Gunung Geulis disertai hujan rintik-rintik harus hati-hati, jalanan berpasir, kerikil lepas dan jalanan berlubang.

Memasuki Megamendung, jalanan mulai macet. Begitu juga ketika memasuki Cisarua. Setelah lepas dari kemacetan kami putuskan untuk makan siang di kawasan Puncak, karena jam sudah menunjukkan pukul 12.30 BBWI. Padahal rencananya kami akan makan siang di Cianjur.

Makan siang di Puncak (Warung Ayam Honje Pak Mul)

Ketika makan siang, ada sms dari bro Didiek (MiLYS Depok) yang tinggal di Bandung. Dia ingin ke Dieng juga, niatnya mau nyusul kegiatan “Touring Subsidi MiLYS (Mailing List Yamaha Scorpio) Chapter Selatan.” Akhirnya setelah balas berbalas sms, kita sepakat ketemuan di Cileunyi.

Selesai makan siang, tepat jam 13.30 BBWI kami lanjutkan perjalanan menuju Bandung.

Puncak – Cianjur, kendaraan cukup ramai namun lancar.

Sampai di Cianjur, hujan deras kembali mengguyur kami, tapi kami tidak mundur, karena sudah pake jas hujan.. :D

Perjalanan Cianjur – Ciranjang – Rajamandala relatif sepi. Baru ketika memasuki Cipatat perjalanan mulai melambat, karena banyak truk pengangkut batu kapur yang sedang “usaha” melewati jalur yang menanjak dan berliku-liku. Dan ketika di Padalarang, antrian panjang pun terjadi. Macetnya sampai Cimahi. Ketika sampai Cimahi, kami kembali beristirahat sebentar meluruskan kaki dan menghabiskan 2 batang rokok. Sambil merokok, saya pun teringat untuk menghubungi teman saya yang katanya minta dikabari bila kami sudah di Bandung. Dia adalah bro Bowo (ADV Rider; Nusantaride Bandung). Setelah bertelpon – telpon, dia minta ditinggal saja karena sore sampai malam masih banyak kerjaan. Akhirnya saya kasih solusi, kalau oom Bowo mau nyusul, saya tunggu di Purwokerto. :D

Dua batang rokok pun habis, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Cileunyi. Start dari Cimahi sekitar jam setengah 4 sore, melintasi Jalan Soekarno – Hatta dengan diiringi hujan dan macet-macetan. Alhasil Cimahi – Cibiru pun sukses kami tempuh selama 2 jam lebih. GILAAAKK..!! :(

Setelah istirahat lagi di Cibiru, akhirnya kami lanjutkan perjalanan menuju Cileunyi. Saya dan bro Memed janjian dengan bro Didiek di sebuah SPBU. Setelah bertemu, kami lanjut untuk mencari tempat makan malam terlebih dahulu, karena waktu sudah menunjukkan pukul 19.30 BBWI.

Setelah selesai makan malam, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Purwokerto. Melewati Nagrek – Garut – Malangbong – Ciawi – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar. Jalur Nagrek – Garut cukup ramai dengan truk dan bus. Namun di antara Garut – Malangbong kemacetan terjadi. Penyebab kemacetan karena ada sebuah mobil sedan yang mogok. Hal tersebut sempat membuat perjalanan kami terhenti selama kurang lebih 10 menit.

Setelah lepas dari kemacetan tersebut, sekitar 500 meter-an tepat di depan kami ada truk yang patah as karena sudut jalan yang terlalu miring.. wadduuh..!! (**l!)

Truk patah as..

Setelah berhasil melewati truk tersebut, kamipun melanjutkan perjalanan menuju rest point berikutnya, Banjar. Jalur Malangbong – Ciawi – Rajapolah (Tasikmalaya) – Ciamis volume kendaraannya lumayan ramai, tapi kami masih bisa bejek gas antara 70 – 80 KPJ, baik jalan lurus maupun jalan menikung.. #eeh..?! :P Dan AJAIB-nyaaahh..!! Cileunyi – Banjar waktu tempuhnya sama kayak Cimahi – Cibiru, sama-sama 2 JAM..!!

Kami pun beristirahat sejenak di sebuah SPBU di daerah Banjar.

Setelah cukup berisitirahat, jam sudah menunjukkan jam setengah 12 malam. Tujuan berikutnya, Purwokerto, melewati Majenang – Karang Pucung – Wangon – Rawalo. Kondisi jalan Banjar – Majenang memang mulus, namun berliku-liku dan sangat gelap, karena tidak ada lampu penerangan jalan. Kami pun harus “pasang mata.” Baru ketika memasuki Wanareja jalanan lebih terang.

Setelah kurang lebih 2 jam memacu kuda besi – kuda besi kami, kami pun sampai di Wangon.

Setelah beristirahat selama 1 jam, kami pun lanjut menuju Purwokerto via Rawalo. Kondisi jalan Wangon – Rawalo – Purwokerto banyak tambal sulam dan lubang-lubang kecil. Akhirnya kami pun tiba di Purwokerto sekitar jam 4 pagi.

__________________________________________________________________________________________________________

Purwokerto, 15 November 2012

Bangun jam 10 pagi, langsung mandi dan sarapan. Bro Didiek pun lanjut berangkat ke Jogja di tengah hujan deras. Yup, bro Didiek mau ke Jogja dulu untuk mengunjungi adiknya yang sedang kuliah di Kota Pelajar tersebut. Dan nantinya kami janjian di Wonosobo pada keesokan harinya ketika berangkat ke Dieng.

Setelah melepas bro Didiek, saya  dan Memed pun berencana membeli sepatu untuk bro Memed (sepatunya jebol). Sambil menunggu hujan berhenti, saya sempat kontek-kontekan dengan Pak Tyo MiLYS Bogor Raya (beliau juragan restoran Ayam Geprek Pak Tyo di Bogor) yang sedang berada di Baturraden. Hujan sudah berhenti, saya dan bro Memed pun keliling-keliling ke pusat perbelanjaan di sekitar Purwokerto. Agak susah mencari sepatu turing di kota ini, kalaupun ada, ukurannya kecil.. (**l!)

Akhirnya dapat juga sepatu turingnya. Saya pun menghubungi pak Tyo bahwa kami sudah on the way ke Baturraden, dan sepakat untuk bertemu di gerbang wisata Baturraden. Begitu bertemu dengan pak Tyo, ternyata beliau tidak sendiri, ada oom Arif (MiLYS Purwokerto).

*captured by Mr. Tyo’s BB (dari kiri ke kanan : pak Tyo, oom Arif, Saya).

Selagi berbincang-bincang sambil menikmati kopi dan Tempe Mendoan di rumah kerabat pak Tyo, ada kabar dari bro Bowo (ADV, Nusantaride Bandung). Ternyata beliau sudah sampai di Purwokerto, saya dan bro Memed pun pamit pulang ke pak Tyo untuk menuju alun-alun menjemput bro Bowo. Bro Bowo pun sudah ketemu, dan kami bertiga lanjut pergi makan malam di Jalan Bank. Kata bro Memed dan bro Bowo ada soto yang enak di sana.

Di Rumah Makan Soto Jalan Bank.

Setelah makan malam, kami pun kembali ke rumah family saya untuk beristirahat.

_________________________________________________________________________________________________________

Purwokerto, 16 November 2012.

 

Suara alarm dengan lagu “What a Beautiful World” covered by : Joey Ramones pun membangunkan saya di jam 7 pagi, saatnya bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan menuju Dieng.

*packing..

Tepat jam 10.00 BBWI, kami pun berangkat menuju Dieng melewati Purbalingga – Banjarnegara – Wonosobo.

*on the way to Purbalingga..

*on the way to Banjarnegara..

Di perjalanan menuju Banjarnegara ternyata sedang ada perbaikan jalan sehingga menimbulkan kemacetan, tapi macetnya tidak terlalu panjang.

Setelah lepas dari kemacetan, perjalanan pun kami lanjutkan. Perjalanan menuju Banjarnegara sangat lengang, sehingga sekitar jam 11 kami sudah memasuki Kota Banjarnegara. Sambil mencari informasi jalan menuju Dieng dan Wonosobo (gara-gara GPS saya Searching Position terus), kami pun beristirahat dan makan siang sambil menunggu waktu Shalat Jumat.
*di rumah makan..

Ada cerita konyol, saya mendengar suara komat di mesjid yang tidak jauh dari rumah makan tersebut, namun bro Memed bilang itu bukan komat. Selang beberapa menit kami pun menuju mesjid. Sesampainya di mesjid, ternyata benar saja dugaan saya, sudah raka’at ke-2. hmpfft..(**l!) Akhirnya kami kembali ke rumah makan. :D

Setelah makan siang, kami pun lanjut menuju Wonosobo. Kami janjian ketemu bro Didiek (yang berangkat dari Jogja) di Alun-alun Wonosobo.

*goes to Wonosobo..

Hujan pun mulai turun, saatnya mengenakan jas hujan..

gazz lagee..!! :D

*entering Wonosobo.

Setelah sampai di Alun-alun Wonosobo, kami pun mencari posisi keberadaan bro Didiek. Setelah bertemu bro Didiek, ada masalah pada motor bro Bowo, ternyata cangklong busi-nya kemasukan air. “Mungkin gara-gara kecipratan air saat motor membelah genangan air yang cukup dalam saat memasuki Kota Wonosobo”, demikian kata bro Bowo. Motor pun tidak bisa dihidupkan, dan ada tempat yang teduh di kantor pos yang bisa dijadikan tempat untuk memperbaikinya.

*fixing a trouble..
Masalah sudah diperbaiki, mari kita lanjut.
Di perjalanan menuju Dieng, kami bertemu dengan rombongan touring MiLYS Jakarta Selatan yang sedang beristirahat di sebuah rumah makan. Canda tawa pun pecah, “ceng-cengan” seperti biasa di kalangan anggota komunitas motor. Oom Parlin, oom Irwan, Zakky, Budi, oom Ali, Petruk dll yang tidak bisa disebutkan satu per satu (sorry guys.. :D. Saling share kisah di perjalanan, karena rencananya mereka akan kembali ke Jakarta melewati jalur selatan dan menginap dahulu di Purwokerto.
*malak kopi dulu ke MiLYSers Jakarta Selatan.. :D
Setelah bercanda-canda, kami pun berpisah. Saya, bro Memed, bro Didiek dan bro Bowo lanjut ke Dieng untuk menghadiri Nusantaride National Dieng Rally 2012 dan MiLYSers Jakarta Selatan lanjut ke Purwokerto. It’s glad to see you guys..!! Gazz pooll, rem doooll..!! :))
Lanjut ke Dieng.. Gaaaazzz lagiiihh..!! :D
Tak berapa lama, kami pun memasuki kondisi jalan dengan jarak pandang yang tipis.. (**l!)
And here we goo..!! *entering Dieng Plateau Area.. :)
Selesai berfoto-foto, kami pun langsung melanjutkan perjalanan menuju Telaga Cebong, Desa Sembungan, Dieng dengan koordinat: S7.23553 E109.92059 (*nyontek dari grup FB Nusantaride :D).
Di sisi Telaga Cebong..
Telaga Cebong yang tertutup kabut..
And FINISH..!! here we are for sure..!! *buka gugel trenslet.. :D

Setelah saya tidak dapat hadir di 2 event Nusantaride. Ranau Escapade (GAGAL TOTAL gak bisa berangkat), Pangandaranaway (NYASAR ke Tasik, gak sampe TKP). hahahaha.. Bertemu dengan teman-teman yang selama ini hanya bersua di Facebook dan di forum http://www.nusantaride.com. Sesuai dengan tema rally ini : “THERE ARE NO STRANGER HERE; ONLY FRIENDS YOU HAVEN’T YET MET..!!”

Setelah register, saya pun menjumpai oom Ija, kang Adet (juragan 7gear), Rangga Bachri, oom Bayu Santosa, pakde Bimo Setyawan, oom Pray Petroz, Maman (hedonesia) dan Haryo Widodo (mereka itu adalah sebagian dari “pentolan” Nusantaride). Selesai beramah tamah dengan teman-teman yang lain, kami pun mendirikan tenda. Tenda kami “bertetanggaan” dengan tenda-nya oom Sulis dan oom Yance dan tendanya Haryo.

Selesai mendirikan tenda datang lagi “4 orang gila.” Oom Jack (guru saya belajar naek motorcross :D), oom Bambing a.k.a Codot Insap (salah satu teman saya di MiLYS chapter Depok), Temmy “The Red Devil” dan Rial (juragan Syndicate Motor). Ceng-cengan lagi, bercanda lagi.

Okeh, saatnya bersih-bersih. Oom Jack menawarkan kepada kami untuk mandi di kamar hotel tempat dia menginap. Kami pun meluncur ke hotel tersebut. Alih-alih mau numpang mandi, ternyata cuaca yang dingin di Telaga Cebong membuat bro Bowo, bro Didiek dan bro Memed urung untuk tidur di tenda. lhaaahh..?! piye ikiiihh..?? :)) Yoweslah, akhirnya kami check in di hotel tersebut.

Mandi sudah, sekarang saatnya makan malam.

Makan malam bersama (foto diambil dari kamera oom Franky)

Selesai makan malam, kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat. TENDA GIMANA, TENDA..??? *gagal kemping.. :))

Saya yang tadinya niat untuk kembali ke Telaga Cebong pada akhirnya juga menginap di hotel, karena tidak berani sendirian ke sana. *alasan.. :P

__________________________________________________________________________________________________________

Dieng, 17 November 2012.

Bangun pagi, senam dikit, sarapan dan selesai mandi, saya dan teman-teman berniat jalan-jalan keliling Dieng dan mencari spot foto yang ciamik. halaaahh..!! :P

Beberapa foto saya yang di shoot oom Bowo. (ijin pake yakk, oom :D). Kamera canggih, nih..!! :)) *karena NARSIS adalah HAK dan EKSIS adalah KEWAJIBAN..  :P

Setelah puas berfoto-foto, kami pun lanjut kembali menuju Telaga Cebong.

Cuaca nan cerah di TKP Nusantaride National Dieng Rally 2012..

Kabut pun mulai turun.. *lagi..

Okeh..!! Acaranya sudah selesai, saatnya pulang ke rumah. Tadinya pakde Bimo Setyawan dan Rangga Bachri mengajak pulang bareng, ternyata saya ditinggalin. ciyaan.. :D

Akhirnya saya pulang group riding dengan oom Bambing, oom Jack, oom Temmy, Kalong Gendeng a.k.a oom Reno, oom Pray, oom Franky, bro Bowo, bro Didiek dan bro Memed.

Makan siang dulu sebelum pulang (taken by Franky’s camera).

Sekitar jam setengah 4 sore, kami pun memulai perjalanan menuju Banjarnegara melewati Batur. Jalanan yang berliku-liku, licin karena hujan dan kabut harus hati-hati dalam berkendara.

Itu gunung apa, yaa..?? *jalanan sepi, gak ada yang bisa ditanya.. :D

Kami melewati jalur alternatif dalam perjalanan Banjarnegara – Purbalingga. Hal tersebut untuk memangkas waktu dan jarak. Kami pun istirahat di daerah Kaligondang, Purbalingga pada saat hari menjelang Maghrib.

Jam sudah menunjukkan jam 7 kurang, saatnya melanjutkan perjalanan. Melintasi dalam Kota Purbalingga dan pinggiran Kota Purwokerto yang lumayan ramai, rombongan pun sempat terpisah menjadi 3 bagian. Namun begitu sampai di Rawalo, kami bisa terkumpul lagi menjadi 1 rombongan. Selesai SAROCA (SAtu ROkok CAbut), perjalanan dilanjutkan melewati Wangon dan Majenang. Kondisi lalin cukup padat, dan lagi-lagi kami terpisah menjadi 3 rombongan. Oom Jack, oom Bambing, Temmy dan bro Didiek ada di rombongan paling depan. Rombongan ke-2 ada saya, bro Bowo dan bro Memed. Rombongan ke-3, oom Pray dan oom Franky. O iya, oom Rano pulang terpisah ketika di Purbalingga, dia mau lewat Pantura.

Di Majenang, saya, bro Bowo dan bro Memed terkena kondisi lalin yang lumayan macet. Bro Bowo pun terpisah dari saya dan bro Memed. Namun ketika saya dan bro Memed istirahat di Banjar, bro Bowo kembali bergabung. Ada cerita lucu ketika saya disangka oom Parlin (MiLYSer chapter Jakarta Selatan) oleh seorang member YSC Ciamis, dia adalah bro Heru. Ternyata bro Heru sempat kontek-kontekan dengan oom Parlin untuk mampir ke rumah bro Heru. Oalah, ternyata MiLYSers chapter Jakarta Selatan ada di belakang kami.

@ Banjar..

Benar saja sekitar 15 – 20 menit berselang terdengar suara raungan knalpot dalam jumlah banyak. Benar saja, kami bertemu lagi dengan rombongan itu lagi. xixixixiie.. Tetapi mereka tidak lama istirahat bersama kami, karena harus lanjut menuju kediaman bro Heru. Kami pun berpisah lagi.

Tak lama berselang, ada panggilan masuk dari oom Bambing yang menanyakan keberadaan saya dan dia menginfokan sedang berada di dalam Kota Banjar, sedang mencari bengkel untuk memperbaiki kerusakan di motor oom Temmy. Lama tak ada kabar akhirnya saya sms oom Bambing kalau saya akan melanjutkan perjalanan dengan santai menuju Ciamis, karena ternyata bro Didiek, oom Pray dan oom Franky sudah sampai dan menunggu kami di sana. Jadi saya minta oom Bambing menyusul ke sana saja. Ternyata eh ternyata, oom Bambing, oom Jack dan oom Temmy sudah ada di Alun-alun Ciamis. hiaaahh..!! kabarin ngapaah, orang udah ditungguin.. (**l!) Akhirnya kami pun istirahat lagi di Ciamis sambil berdiskusi untuk mencari solusi memperbaiki motornya Temmy.

Di Alun-alun Ciamis..

Hasil diskusi akhirnya diputuskan, oom Temmy, oom Bambing dan oom Jack akan menginap di Ciamis untuk mencari bengkel di pagi harinya. Selain itu kondisi fisik oom Jack yang sudah nampak lelah. Kami pun berpisah, karena saya, bro Memed, bro Bowo, bro Didiek, oom Pray dan oom Franky lanjut pulang. Oom Pray dan oom Franky jalan lebih santai dan bilang ke kami bila ingin duluan silahkan saja. Sampai di Ciawi, bro Memed mengantuk dan akhirnya kami beristirahat. Begitu saya berhenti, saya tidak melihat bro Bowo dan bro Didiek, ternyata kita terpisah lagi.

Setelah 15 menit beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan melewati Malangbong – Nagrek. Di daerah Malangbong, saya dan bro Memed kembali bertemu dengan oom Pray dan oom Franky yang sedang istirahat. Selesai SAROCA, kami pun lanjut lagi. Sampai Cicalengka saya berhenti untuk mengisi bensin dan sekarang giliran saya yang mengantuk. Selesai mengisi bensin saya dan bro Memed pun bertemu dengan bro Didiek dan bro Bowo. Saya minta mereka jalan duluan, karena saya mengantuk.

__________________________________________________________________________________________________________

Cicalengka, 18 November 2012

Adzan Subuh membangunkan saya, karena saya dan bro Memed tidur di teras mushola di SPBU, dan kami pun lanjut. Melintasi Cileunyi – Cibiru – Pasteur – Cimahi – Padalarang, jalanan sangat lengang. Sekitar jam setengah 6 pagi, kami kembali memutuskan untuk beristirahat di Cipatat. Menghabiskan segelas kopi dan susu serta 2 batang rokok untuk kemudian lanjut lagi ke Cianjur dan sarapan di sana.

*on the way to Cianjur..

Sampai Cianjur sekitar jam 7, waktu yang tepat sarapan. Motor pun kami tepikan ke RM. Pribumi. Selesai sarapan, gazz lagi. Melewati Cipanas – Puncak di pagi hari memang segar, namun kesegaran itu terganggu ketika kami akan memasuki Pasar Cisarua. Lepas dari kemacetan, kondisi lalin Megamendung – Gadog ramai lancar. Kami tidak lanjut melewati Ciawi dan Kota Bogor, tapi kembali masuk melewati Gunung Geulis – Perumahan Bukit Pelangi – Babakan Madang. Kembali melewati jalur yang berliku-liku.

Akhirnya saya dan bro Memed berpisah di Komplek Pemkab Bogor. Saya pun tiba di rumah dengan selamat sekitar jam 9 pagi dan trip meter pun menunjukkan angka 1.117 KM untuk Depok/Bogor – Dieng PP.

T.A.M.A.T

Thx to :

- Allah SWT.

- Family saya di Purwokerto. Terima kasih pakde, bude karena sudah mengijinkan saya menginap di Purwokerto.

- Bro Bowo, bro Memed dan bro Didiek.

- Kawan-kawan Nusantaride.

- MiLYSers Jakarta Selatan atas traktiran kopinya. :D

- Pak Tyo atas kopi dan Tempe Mendoannya.

- Mesin ATM yang selalu menyelamatkan dari sisi finansial selama perjalanan.. :P


Let’s Back To The West 2011..

*sambungan dari : http://bojongserongdikit.wordpress.com/2012/04/13/sing-penting-glinding-goes-to-east-java-2011/

Ride Home.. Back to The West..

Minggu, 11 September 2011
pagi hari di sekitaran Blitar.. *nginep d pom bengsin..

 

sekitar jam 8 pagi, kami pun mulai bergerak menuju Jogja via Ponorogo – Waduk Gajah Mungkur – Wonosari..

memasuki Ponorogo..

 

perjalanan Blitar – Ponorogo memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan kecepatan rata-rata yang tidak bisa diperkirakan.. *gak ada speedometer soalnyaah.. kondisi jalanan menuju Ponorogo bisa dikatakan bagus, karena hanya sedikit kami temukan spot jalan yang berlubang..

di Ponorogo kami sempat beristirahat untuk SAROCA (SAtu ROkok trus CAbut)..

perjalanan dilanjut menuju Waduk Gajah Mungkur..

 

sekitar jam 12 siang, kami pun tiba di tempat istirahat berikutnya.. Waduk Gajah Mungkur..

 

waktunya makan siang.. selamat makaaann..!!

 

Pemandangan di sekitar Waduk Gajah Mungkur.. *airnya lagi surut..

 

setelah selesai makan siang, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Jogja..

OTW to Jogjaaahh..!!

 

di daerah Wonosari, Hard Joe mengalami kerusakan di seputaran kelistrikan.. seluruh lampu mati total..
akhirnya sekitar jam 4 sore, setibanya di Bantul, kami pun mampir di sebuah bengkel untuk memperbaiki kerusakan..

di bengkel daerah Bantul..

 

setelah selesai memperbaiki Hard Joe, kami lanjutkan perjalanan menuju Purwokerto via Purworejo – Kebumen – Gombong..
menjelang Isya, kami istirahat di Purworejo.. *kembali ke agenda SAROCA.. hehehehe..

setelah selesai SAROCA kami lanjut perjalanan.. dan sekitar jam 21.30 kami sampai di Purwokerto..
saya memutuskan untuk menginap di kota ini di tempat saudara, sedangkan Jovie memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta..
akhirnya kami pun berpisah..

_________________________________________________________________________________________________________

Solo Ride from Purwokerto to Cibinong

bangun jam 8 pagi, mandi terus sarapan, ternyata di garasi rumah sepupu saya masih ada kendaraan sisa perang milik almarhum eyang saya.. keadaannya sudah tidak begitu terurus, tapi terlihat masih bagus.. ada mitos “kalau mobil ini bisa dihidupkan, Macan Gunung Slamet bisa turun gunung..” guyon pakde saya.. :D

 

 

jam sudah menunjukkan jam 11 siang.. “wah.. kesiangan, nih..?!”
setelah pamit, saya pun mulai nge-gazz Hard Joe kembali..

di tepi Sunga Serayu (CMIIW)..

 

setelah mengabadikan beberapa foto, saya pun melanjutkan perjalanan.. melewati Majenang – Karang Pucung jalanan relatif mulus, sedikit saja ada jalanan “tambal sulam..” sebelum masuk Kota Banjar, saya putuskan untuk makan siang.. setelah beristirahat dan makan siang selama kurang lebih 1 jam, saya pun kembali melanjutkan perjalanan..

memasuki Kota Banjar..

 

dan gazz terus sampai Bandung..
jalanan menjelang Nagrek nan aduhai.. *aspalnya kayak habis dipel..

 

sekitar jam 5 sore, saya pun mulai memasuki Bandung.. Cileunyi – Cibiru macetnya ampuuunn..!
kemudian saya kontek2an dengan broo Bowo dan Dendy (mereka juga rider2 handal di forum ini..) kami pun sepakat janjian ketemu di Gazibu, Bandung..

kira-kira jam setengah 6 sore saya pun bertemu dengan oom Bowo terlebih dulu.. oom Bowo sempat “garuk2 kepala” (untung gak garuk2 bijih.. hahahaha), karena beliau tidak menyangka saya mengendarai Hard Joe untuk riding kali ini.. NEKAT..!! *kurang lebih begitu kata oom Bowo.. :P
tak lama berselang, sambil saya nyuap Somay Bandung, oom Dendy pun muncul bersama kekasihnya..

di depan Gedung Sate dengan oom Bowo..

selanjutnya saya, oom Bowo, oom Dendy beserta kekasih (ciaelaaaahh..!! ) lanjut untuk ke NgopDul di sekitaran Bandung (lupa nama daerahnya.. :P)

 

setelah puas ngobrol dan beristirahat, tepat pukul 21.00, saya pun pamit untuk melanjutkan perjalanan pulang..
Dan saya pun tiba di rumah (Cibinong) sekitar jam 11 malam..

rute keseluruhan perjalanan “SING PENTING GLINDING 2011″

 

SEE YOU IN ANOTHER TRIP..


Sing Penting Glinding.. Goes to East Java 2011..

Sedikit CurCol..

Cucur..! eeh.. Jujur..!!
Perjalananan kali ini saya gak punya tujuan yang jelas.. Cuma 1 yang terpikir : udah terlanjur ambil cuti 5 hari, masa di rumah aja..
Cuti yang saya ajukan itu harusnya mulai tanggal 5 – 9 September 2011, maksud hati untuk menyambung cuti massal yang dibijaki pemerintah mulai tanggal 29 Agustus 2011 – 2 September 2011.. Niatnya sih mau keliling Sumatra.. Tapi apa daya, cuti saya yang tanggal 5 September 2011 ditolak, dengan alasan wajib masuk karena ada halal bihalal kantor, dan tanggal 7 September 2011 saya harus mengisi acara di suatu acara kantor.. Akhirnya, cuti yang disetujui bos jd tanggal 8, 9, 12, 13 September (jadinya malah cuti 4 hari niihh.. hikzz..)

Sekian CurCol dari saya.. :P

7 September 2011.. Hard Joe saya tinggalkan di bengkel untuk general check up.. Saya-nya lanjut ngantor..

cek up Hard Joe..

Cek sampe dalem..

Selesai acara kantor, saya langsung pamit pulang.. *mampir ke bengkel..
Sesampainya di bengkel, ternyata ada teman saya (bro Jovie, HTML JakBar) sedang servis juga.. Kami pun berbincang-bincang dengan mekanik saya tentang perjalanan yang akan saya tempuh nanti.. Niatnya, saya mau jalan sendiri.. Tiba2 bro Jovie nyeletuk : “gw ikut deh, Kay..” #eeh.. Sinting..!! (bro Jovie ini teman saya yang ikut turing mudik ke Kerinci pas lebaran 2011 lalu).. Sebelumnya saya memang sudah buka wacana tentang perjalanan “Sing Penting Glinding” ini, tapi bro Jovie seperti ragu2.. Bagi saya, kalau ragu2 lebih baik tidak usah ikut..

Akhirnya diputuskan, saya dan bro Jovie pun berangkat.. Saya bilang : “jalan santai ya.. gw bawa Hard Joe (GL-Pro tua saya) neeehh..!!”
Keberangkatan diputuskan Kamis, 8 September 2011 jam 04.00 BBWI..

Setelah Hard Joe selesai dicek, saya pun pamit pulang..

_________________________________________________________________________________________________________

Kamis, 8 September 2011..

Cibinong – Bandung – Majalengka – Kuningan – Ketanggungan – Slawi – Pemalang – Semarang..

Bangun kesiangan.. Janji jam 4 pagi, jam segitu baru bangun.. Alhasil cuci muka+gosok gigi aja, langsung gazz ke “Start Line” yang telah disepakati oleh bro Jovie..

@ Starting Line.. Minimarket depan komplek..

Akhirnya perjalanan molor jadi jam 5.00 BBWI..
Melewati kawasan Puncak yang dingin ditambah tidak sempat sarapan jadi membuat perut ini keroncongan.. Sekitar 40 menit dari “Starting Line” saya putuskan untuk sarapan terlebih dahulu..

Sarapan di Cianjur..

Selesai sarapan, kami bergegas kembali melanjutkan perjalanan.. Menyusuri Ciranjang – Rajamandala – Padalarang dan Cimahi.. Memasuki kota Cimahi, jalanan lumayan macet.. Selepas Cimahi, lancar.. Begitu memasuki daerah Cibiru, kemacetan kembali menghadang.. Parah, macetnya kayak di Jakarta..

Lepas dari kemacetan Cibiru, perjalanan mulai lancar kembali.. Sampai di Jatinangor, tiba-tiba bro Jovie minta jeda waktu untuk istirahat.. Ngantuk, belum tidur dari malam seblum keberangkatan.. #ealaaahh.. mo jalan jauh koq ndak tidur.. njriitt..!! udah jam setengah 9 nih.. (**l!)

Istirahat di SPBU daerah Jatinangor..

Setelah saya kasih waktu untuk istirahat sekitar 1 jam, perjalanan pun saya lanjutkan kembali.. Melewati jalur Cadas Pangeran – Majalengka menuju Kuningan..

Gazz ke Kuningan..

Sekitar jam 12 siang, kami sampai di Kuningan.. Take a break, get lunch..
Istirahat + makan siang sekitar 1 jam telah usai.. Waktunya lanjut lagi..

Perjalanan menuju Ketanggungan, Jawa Tengah..

Sampai Ketanggungan sekitar jam 3 sore.. Kami pun beristirahat kembali untuk “meluruskan” badan.. *pake Hard Joe gak ada engine guard-nya, jd gampang pegel karena tidak bisa meluruskan kaki.. hehehehe..

Selesai beristirahat mari kita gazz lagi..
Perjalanan dilanjutkan ke Slawi dengan kondisi jalan yang bergelombang.. Berkendara di jalur tersebut harus extra hati-hati..
Ketanggungan – Slawi jarak tempuhnya tidak terlalu jauh.. Tapi karena kondisi jalan yang bergelombang jadi membutuhkan sekitar 1,5 jam untuk sampai ke kota Slawi..

Memasuki Slawi, Kab. Tegal..

Setelah memasuki kota Slawi, perjalanan saya belokkan agak ke selatan.. Lewat Randudongkal.. Keputusan ini saya buat karena saya paling males lewat jalur Pantura ketika matahari masih bersinar terik..

on the way to Randudongkal..

Sampai di Randudongkal jam 6 sore.. Kami beristirahat kembali di daerah ini, sekalian bro Jovie mengecek kerusakan pada kelistrikan JoTiKon (nama motor bro Jovie)..

Setelah selesai istirahat dan mengecek masalah kelistrikan JoTiKon, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Pemalang.. Yupzz.. Kami mulai naik ke Pantura untuk menuju Semarang..
Perjalanan melalui Pantura dikala malam memang harus benar-benar pasang mata.. Karena “sparing-an” kami adalah kendaraan-kendaraan besar..

Sampai di Alas Roban sekitar jam setengah 8 malam, perut sudah waktunya untuk diisi.. Saya pun berkoordinasi dengan PakDe Bims (Bimo Setiawan) NSRider Semarang, bila sekiranya bila mampir di Semarang bisa kopdardak (kopi darat dadakan).. hehehehe.. Selesai makan malam, kami pun bergegas menuju Semarang.. Alas Roban – Semarang terpantau ramai lancar malam itu.. Hanya agak sedikit tersendat begitu memasuki Semarang.. Kami pun memasuki Semarang sekitar jam setengah 10 malam.. Saya pun kembali berkoordinasi dengan PakDe Bims apakah masih bisa untuk kopdardak atau tidak.. Karena waktu sudah malam akhirnya kopdardak dibatalkan.. *ya iyalaahhh.. kasian Pakde Bims nanti masuk angin.. xixixixiie.. #guyon ya pakdee.. :P

Lalu kami putuskan untuk mencari SPBU untuk dijadikan tempat beristirahat.. *ngoboy niiihh..

_________________________________________________________________________________________________________

Semarang – Kudus – Rembang – Blora – Bojonegoro – Lamongan – Surabaya – Sidoarjo..
Jumat, 9 September 2011..

SUKSEsS..!! Rencana istirahat hanya 2 jam, bablas jam 4 pagi baru terbangun.. *mungkin sudah terlalu lelah..

Setelah cuci muka, ritual pagi dan mengumpulkan “nyawa”, jam 5 pagi kami melanjutkan perjalanan.. Kami berencana untuk sarapan di Kudus..
Dengan berkendara santai, sekitar jam setengah 7 kami sudah memasuki Kudus.. Kami pun berhenti untuk sarapan di sebuah restoran di dalam sebuah SPBU..

Istirahat sekalian sarapan..

Jovie tepar lagi.. *kali ini lebih safety.. hahahaha..

Selesai sarapan, waktunya kembali “mengaspal”.. Waktu menunjukkan jam 9 pagi, hari sudah mulai siang..

goes to Rembang..

Matahari ditambah dengan jalan yang lurus-lurus saja membuat perjalanan membosankan dan bikin ngantuk.. Kami pun membelokkan arah menuju Blora, berharap di sana akan melewati jalur yang lebih adem dengan pemandangannya..

Goes to Blora..

Selepas Blora, kami lanjutkan perjalanan menuju Cepu..

Let’s goo..!!

Sekitar jam setengah 12 siang, kami memasuki kota Cepu..

Kami sempatkan untuk beristirahat di Cepu..
Setelah menghabiskan 2 batang rokok, kami lanjutkan perjalanan menuju Surabaya via Bojonegoro – Lamongan – Gresik..

Pemandangannya lumayan bikin segar, walau cuaca cukup panas..

Sekitar jam 2 siang, kami memasuki kota Lamongan..

1 jam setelah Lamongan, kami pun memasuki Surabaya.. Saya sempatkan kontak dan sms Cak Oghlam (HORNET SUB, PRIDES PETERSON, NUSANTARIDE), oom Wawan (HORNET SUB) dan oom Bayu Santosa (NUSANTARIDE) untuk mencari info bengkel motor yang recommended untuk memperbaiki Hard Joe yang mengalami kebocoran oli mesin yang merembes dari seal stut kopling.. Oom Bayu Santosa sempat mengantar kami ke bengkel resmi Honda di daerah Surabaya.. Tetapi semua bengkel sudah penuh.. hikzz.. Akhirnya kami putuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan menuju Sidoarjo sambil mencari bengkel yang searah dengan jalur menuju Sidoarjo..

Akhirnya, di daerah Gedangan, kami menemukan bengkel.. Saya pun langsung memasukan Hard Joe ke bengkel tersebut..

Ini sumber masalahnya..

Jalanan daerah Gedangan yang macet..

Ketika sedang menunggu Hard Joe diperbaiki, saya sempat komen-komenan di foto kuncen Bromo memberitahukan kalau kami sedang di Gedangan.. Beliau adalah broo Irwan (PRIDES, NUSANTARIDE).. Saya pun memberikan nomor selular saya.. Tak lama kemudian ada sms masuk dari bro Irwan, bilangnya ingin mengajak kami untuk ngopi-ngopi di Sidoarjo.. Setelah Hard Joe selesai diperbaiki, bro Irwan muncul dengan “Bebek Dakkar” (kirain Bebek Bakar.. weqeqeqeqeqq.. :P) di bengkel.. Setelah mengobrol sebentar, akhirnya kami mulai bergerak menuju alun – alun Sidoarjo..

Kopdardak dengan Bebek Dakkar..

Setelah bersenda gurau dan ceng2an, kami pun bergegas menuju rumah family di Sidoarjo..

Setelah istirahat sambil berbincang – bincang dengan saudara saya, kami pun bergerak kembali menuju alun – alun Sidoarjo.. Di sana Cak Oghlam beserta member PRIDES PETERSON (Sidoarjo) sudah menunggu kami untuk KopDarCol (demikian kata Cak Oghlam)..

Di samping RS. D.K.T, lokasi KopDarCol with PRIDES PETERSON..

Setelah selesai mengobrol dan sukses ditraktir, kami pamit pulang.. Karena kami memang sangat membutuhkan istirahat untuk memulai perjalanan pulang ke Jakarta dan Cibinong pada keesokan harinya.. *Lot of Thanx to PRIDES PETERSON atas sambutan hangatnya.. Sampai jumpa di lain kesempatan..

_________________________________________________________________________________________________________

Sabtu, 10 September 2011..

jam sudah menunjukkan pukul 09.30 pagi.. saya dan Jovie pun bersiap-siap untuk memulai perjalanan menuju Gunung Bromo..
perjalanan menuju kami putuskan melewati kota Ponorogo.. jalanan yang macet dan panas kami tembus dengan gagah berani.. #eeaaahh..!!

macet di daerah luapan Lumpur Lapindo..

setelah terjebak macet selama hampir 1 jam di lokasi luapan lumpur, kami pun memasuki kota Pasuruan..

langsung menuju Gunung Bromo via Puspa dan Tosari..

di daerah Tosari (klo gak salah), saya dan Jovie memutuskan untuk istirahat makan siang.. sambil mencari-cari informasi kepada seorang guide..

pemandangan di sekitar Tosari..

setelah mendapat informasi yang cukup dan ditambah perut yang sudah kenyang, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru..

di gerbang loket retribusi..

setelah membayar retribusi, kami lanjutkan perjalanan ke lautan pasir..

di gapura Taman Nasional Bromo Tengger Semeru..

action di salah satu puncaknya.. :D

dan langsung menuju lautan pasirnya..

di sekitaran Gunung Bromo..

setelah menikmati Bromo, jam 16.30 kami putuskan untuk turun ke Malang via Tumpang.. sayang, Bukit Teletubies yg tadinya hijau, mulai menguning..
perjalanan menuju Tumpang dari area Bromo tidak lebih dari 10 KM, tapi kami harus mencapainya hingga hampir 2 jam.. hal ini dikarenakan pasir yang gembur dan dalam pada saat musim kemarau.. dan bro Jovie sukses 4 kali nyungsep..

on the way ke Bukit Teletubbies..

di Bukit Teletubies yang menguning..

setelah hampir 1 jam mengitari Kawah Bromo, kami lanjut menuju Malang via Tumpang..

let’s goo..!!

melewati Tumpang, kami harus melewati jalan yang berkabut dan mulai gelap..

kami tiba di Malang sekitar jam setengah 7 malam.. bergegas untuk mencari makan malam, karena perut sudah lapar dikarenakan oleh banyak energi yang terbuang saat “bermain pasir” di Bromo.. ketika sedang asyik makan malam, ada panggilan masuk di telepon selular saya.. ternyata yang menghubungi saya adalah bro Ferry BANDITS (BArisaN soliDarITas Scorpio) Malang.. walaaahh, usut punya usut ternyata beliau dapat info dari bro Zaky MiLYS (Mailing List Yamaha Scorpio) Jakarta Selatan.. bro Fery dibertahu bro Zaky bila saya akan melewati Malang, sepulangnya dari Bromo.. akhirnya kami pun dijemput di depan Univ. Muhammadiyah Malang..

dijamu oleh brader2 BANDITS Malang..

setelah selesai beramah tamah, sekitar jam 1 dini hari kami pun pamit melanjutkan perjalanan menuju Blitar.. karena memang sudah kami rencanakan untuk menginap malam itu di daerah Blitar..

*bersambung di : Let’s Back to The West 2011..

_________________________________________________________________________________________________________


It called : Arus Balik.. Ride Home..

lanjutan dari kisah : http://bojongserongdikit.wordpress.com/2011/09/27/di-kampung-halaman-kincais-rolling-20/

Day 5..
Sungai Penuh – Bangko – Sarolangun – Lubuk Linggau, 1 September 2011

Kini saatnya untuk memulai perjalanan kembali ke rumah, Cibinong – Bogor..
Rute yang kami pilih tentu berbeda dengan rute keberangkatan.. Untuk rute pulang, kami putuskan lewat Jalur Lintas Tengah Sumatra.. Melewati Bangko – Sarolangun – Lubuk Linggau – Baturaja..

Kami pun berpamitan dengan nenek di rumah, suasana haru dan bahagia sangat terasa.. Karena nenek ingin kami menginap lebih lama, namun apa daya, saya harus spare waktu untuk sampai ke rumah agar dapat libur 1 hari lagi sebelum kembali beraktivitas di hari Senin-nya..

Sebelum pulang kami sempatkan untuk mampir ke rumah family di Kecamatan Jujun.. Kecamatan Jujun ini ada di tepi Danau Kerinci, kebetulan itu adalah jalur yang akan kami lewati menuju Bangko..

 

Goes to Jujun..

 

Melipir di Danau Kerinci..

 

Setelah beramah tamah dengan family di Jujun, tepat pukul 10.30 BBWI kami mulai melanjutkan perjalanan menuju Bangko..
Jalan gravel (saya tidak mau menyebut rusak parah.. ) dan pemandangan yang indah..

 

Jarak Sungai Penuh – Bangko sekitar 116 KM.. Tapi 70% jalannya “gravel” (lagi2 saya tidak mau menyebut rusak parah.. )..
Hingga waktu tempuhnya bisa 4 – 5 jam..
Di area Taman Nasional Kerinci Seblat..


 

Jalan di area Taman Nasional ini sepertinya merupakan jalan yang baru dibuat oleh pemerintah setempat.. Karena ada beberapa bagian bukit yang baru “dibelah” dan di bawahnya terlihat jalan lama dengan ruas jalan yang sempit..

Setelah berjalan sekitar 2 jam dari Kerinci, kami melewati aspal yang mulus..

 

Tetap harus hati2 dengan kerikil lepas.. :(

 

Namun tak lama berselang kami kembali dihadang jalanan gravel..

Di tepi Sungai Merangin, masih di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, kami putuskan untuk beristirahat.. Sambil mengecek rantai si Johnny yang sudah bunyi “bletak-bletak karena kendur akibat jalan yang ajrut2an dan bobot bawaan yang mesti ditopang-nya.. hehehehe..

Setel rantai dulu..

 

Di belakang tempat istirahat ada pemandangan Sungai Merangin yang bikin ingin berenang di situ.. :P

 

Penulis sangat menikmati pemandangan itu.. *sampai lupa, istirahat hampir 1 jam.. :P

 

Setelah selesai beristirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju Bangko dan Sarolangun.. Kami memasuki Kota Sarolangun sekitar pukul 18.00 BBWI..

Jalan menuju Sarolangun..

 

Sesampainya di Sarolangun, sambil beristirahat, kami mencari informasi situasi jalan menuju Lubuk Linggau yang akan kami tuju malam itu.. Informasi dari pak polisi, JALAN RAWAN KEJAHATAN di malam hari.. Kami tanya penjaga pom bensin, JALAN RAWAN KEJAHATAN di malam hari.. Akhirnya, dengan “nekat” yang kuat, kami terobos jalur tersebut dengan syarat, kecepatan motor harus di atas 100 KM/jam.. hiaaaahh.. (**l!)

Akhirnya kami bertiga sepakat bejek gas malam itu.. Di perjalanan di hari-hari yang lalu kecepatan tertinggi yang kami raih biasanya 80 KM/jam, malam itu harus “full throttle”.. Sarolangun – Lubuk Linggau yang berjarak 139 KM (jalan lurus dengan sedikit tikungan) kami tempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam..

Sampai di Lubuk Linggau sekitar jam 8 malam.. Kami langsung mencari rumah makan dan penginapan, kami putuskan menginap dikarenakan jalur Lubuk Linggau – Muara Enim masuk kategori rawan kejahatan..
—————————————————————————————————————————————————————————–

Day 6..
Lubuk Linggau – Lahat – Muara Enim – Batu Raja – Bukit Kemuning – Kotabumi, 2 September 2011..

Bangun jam 7 pagi, ngecek-ngecek motor.. Ternyata setelan rantai sebelah kanan Ninja 150RR hilang.. weeekkzz..?! harus ke bengkel dulu.. (>_<!’)

*bersihin helm dulu dari nyamuk-nyamuk nakal.. :D

 

Ngebengkel dulu di Lubuk Linggau..

 

Barang yang hilang, barang penggantinya beda punya.. Cueklah, yang penting bisa menahan agar rantai tidak berubah setelan aja..

 

Setelah selesai memperbaiki motor, kami lanjutkan perjalanan menuju Lahat..


 

Memasuki Kota Lahat.. 11.00 BBWI..


 

Diperjalanan menuju Muara Enim, kami disuguhi pemandangan sebuah bukit yang unik.. Kalau tidak salah, namanya adalah Bukit Tunjuk.. Karena bukit tersebut seperti sedang menunjuk ke atas..

 

Di Muara Enim kami putuskan untuk beristirahat sekalian makan siang..
Setelah istirahat dan perut kenyang, tepat pukul 14.00 kami lanjut bejek gas lagi menuju Batu Raja.. Waktu tempuh Muara Enim – Batu Raja sekitar 2 jam..

Kondisi jalan.. mulyuuuss..

p

Pemandangannya..

 

Sekitar jam 4 sore, kami pun memasuki Batu Raja.. Motor bro Tri Budi mengalami masalah, motor berjalan seperti tersendat-sendat..
Untuk mendinginkan mesin dan mengecek masalah motor, kamipun beristirahat di SPBU di jalur lingkar luar kota Batu Raja..

 

Tepat pukul 17.00 BBWI, kami lanjutkan perjalanan menuju Kotabumi via Martapura dan Bukit Kemuning..

Menembus perbatasan Sumatra Selatan – Lampung..


 

Menuju Bukit Kemuning..

 

Sinar Matahari dan Awan yang mengiringi perjalanan..

 

 

Kami tiba di Bukit Kemuning sekitar jam 18.30.. Isi bensin, sekalian istirahat..
Setelah isi bensin, kali ini motor bro Tri benar-benar tidak mau hidup.. Penyakit 2 tak kalau bensin diborosin, busi “basah” dan mati..
Akhirnya coba kita perbaiki dulu.. Lahdalah, kunci busi KRR itu ukuran 20mm tooh..?! *biasa pake GL n’ Scorpio ukuran 18mm..
Ubek2 tool kit di boks kiri si Johnny, gak ketemu juga tuh kunci ring-pas 20mm.. Bro Jovie pun mencari bengkel terdekat..

Bengkel pun banyak yang tutup, akhirnya diputuskan motor bro Tri harus di”setut” menuju Kotabumi.. Karena dapat info dari brother2 Klub Binter Merzy Kotabumi yang ketemu di SPBU Bukit Kemuning, ada seorang mekanik andalan mereka yang bisa “diganggu” malam-malam..

Keberangkatan akan dilanjutkan setelah makan malam.. Sambil makan malam, ada 2 orang rider Scorpio dari YSC-Cikarang dan CISCO yang mampir ke rumah makan.. Bro Maman dan bro Awang (kalau gak salah, lupa.. :P).. Mereka dari Palembang mau pulang ke Cikarang, ternyata mereka bertemu bro Jovie saat mencari bengkel.. Mereka menawarkan bantuan dan mengecek kondisi kami.. Setelah saya yakinkan mereka kami bisa melanjutkan perjalanan menuju Kotabumi, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan..

Selesai makan malam, kami melanjutkan perjalanan dengan kondisi, saya harus men”setut” motor bro Tri.. Lumayan juga nih paha dan betis kiri, dorong motor sejauh 43 KM.. hehehehe.. Sampai di Kotabumi, kami langsung mencari info bengkel rujukan brother2 Binter Merzy Kotabumi.. Setelah ketemu, ternyata mekaniknya sedang tidak terima tamu.. hiaaaahh.. ya sudahlaaahh, nginep lagi.. Dan kami putuskan menginap di Kotabumi dan melanjutkan mencari bengkel esok pagi..

—————————————————————————————————————————————————————————-

Day 7..
Kotabumi – Bandar Lampung – Kalianda – Bakaheuni – Merak – Pamulang – Cibinong, 3-4 September 2011..

Bangun pagi, paha n’ betis masih masih kenceng, langsung nyetut lagi.. Alhamdulillah yaa, bengkelnya tidak jauh dari penginapan tempat kami menginap.. Sesuatu banget.. :P

Ngebengkel lagi daaahh.. :P

 

Selesai nge-bengkel, kami lanjutkan perjalanan menuju Bakaheuni sekitar jam 11.30 siang.. Melewati Bandar Jaya – Bandar Lampung – Kalianda..
Di Bandar Jaya inilah saya selisihan jalan dengan seorang member forum ini.. Si 6464K.. Saya tidak mengira kalau itu beliau bro Denny D’Adventure.. *tau dah adventure kemanah..?! hahahaha..

Perjalanan menuju Bakaheuni.. Di Bandar Lampung..

Ada yang CurCol.. hahahaha..

 

 

Kami sempat berhenti di Kalianda, bro Jovie mau beli oleh-oleh katanya..
Setelah beristirahat, kami lanjut ke Bakaheuni.. Di perjalanan menuju Bakaheuni, saya melihat ke spion Johnny.. Kok rombongan bertambah 1 orang ya..?! Ternyata rombongan kami bertambah dengan kehadiran bro Agus dari DTC (District Tiger Cikarang).. *gak tau nongolnya dari mana nih.. :D

25 KM sebelum memasuki Pelabuhan Bakaheuni, istirahat lagi di SPBU sambil ngobrol-ngobrol..

 

Istirahat selesai, saatnya persiapan mengalami kenyataan pahit.. Yaaa.. Ngantri masuk kapal laut di Pelabuhan Bakaheuni..

 

Akhirnya sekitar jam 9 malam, bisa masuk kapal laut.. Sebelumnya saya sempat sms-an dengan Aki Benny (MiLYS Karawang), sekiranya bisa bareng-bareng menyebrang ke Merak.. Ternyata dapat sms terakhir dari beliau (sekitar jam 7 malam), posisinya masih di Tulang Bawang (kalau tidak salah).. *waaahh masih jauh yakk..?! Beliau sedang solo touring dari Palembang menuju pulang.. Akhirnya saya putuskan untuk meninggalkan Aki Benny.. weqeqeqeqeqq.. *maap ya ki.. :P

 

Di atas kapal penyeberangan Bakaheuni – Merak..

 

Bis-bis yang tidak kebagian naik ke kapal..

 

Mendarat di Pelabuhan Merak sekitar jam 11.30 malam.. Langsung nge-jozz pulang via Serang – Tangerang – Pamulang – Parung..

 

 

Siap-siap keluar dari lambung kapal.. Java Island.. I’m baaaaccckk..!! :)

 

Sampai rumah jam 5 pagi..
2.513,5 KM selesaaaiii..

 

Johnny dan Rocky pun kembali berkumpul dengan Hard Joe yang sedang diistirahatkan untuk sesi selanjutnya..

 

Rute pulang yang kami lewati..

 

Rute keseluruhan dalam perjalanan TurDik (Turing Mudik) kali ini..

 

WASSALAM..
*sampai jumpa di perjalanan berikutnya..


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.