Trip To Dieng.. Goes To Nusantaride National Dieng Rally 2012
Posted: November 24, 2012 Filed under: Uncategorized 7 Comments »Bogor, 14 November 2012
Bangun jam setengah 7 pagi, rencana berangkat jam 8 pagi. Bro Memed sudah sampai di rumah saya untuk berangkat ke Dieng bersama saya. Sekitar jam setengah 9, kami pun siap berangkat. Tapi terlihat ada oli “meler” di mesin Johnny, ternyata baut jalur oli-nya kurang kenceng. Ndilalah begitu dikencengin malah dol bautnya. Akhirnya saya putuskan untuk memperbaiki masalah tersebut di bengkel langganan..
Ngebengkel dulu.
Setelah Johnny selesai diperbaiki, saya dan bro Memed pun mulai perjalanan tepat pukul 11.00 BBWI. Rute yang kami lewati adalah : Depok – Cibinong – Sentul – Bukit Pelangi – Gunung Geulis – Cisarua – Puncak. Begitu memasuki Sentul, hujan mulai rintik-rintik dan memaksa kami untuk memakai jas hujan dulu. Meliuk-liuk di jalur Bukit Pelangi – Gunung Geulis disertai hujan rintik-rintik harus hati-hati, jalanan berpasir, kerikil lepas dan jalanan berlubang.
Memasuki Megamendung, jalanan mulai macet. Begitu juga ketika memasuki Cisarua. Setelah lepas dari kemacetan kami putuskan untuk makan siang di kawasan Puncak, karena jam sudah menunjukkan pukul 12.30 BBWI. Padahal rencananya kami akan makan siang di Cianjur.
Makan siang di Puncak (Warung Ayam Honje Pak Mul)
Ketika makan siang, ada sms dari bro Didiek (MiLYS Depok) yang tinggal di Bandung. Dia ingin ke Dieng juga, niatnya mau nyusul kegiatan “Touring Subsidi MiLYS (Mailing List Yamaha Scorpio) Chapter Selatan.” Akhirnya setelah balas berbalas sms, kita sepakat ketemuan di Cileunyi.
Selesai makan siang, tepat jam 13.30 BBWI kami lanjutkan perjalanan menuju Bandung.
Puncak – Cianjur, kendaraan cukup ramai namun lancar.
Sampai di Cianjur, hujan deras kembali mengguyur kami, tapi kami tidak mundur, karena sudah pake jas hujan..
Perjalanan Cianjur – Ciranjang – Rajamandala relatif sepi. Baru ketika memasuki Cipatat perjalanan mulai melambat, karena banyak truk pengangkut batu kapur yang sedang “usaha” melewati jalur yang menanjak dan berliku-liku. Dan ketika di Padalarang, antrian panjang pun terjadi. Macetnya sampai Cimahi. Ketika sampai Cimahi, kami kembali beristirahat sebentar meluruskan kaki dan menghabiskan 2 batang rokok. Sambil merokok, saya pun teringat untuk menghubungi teman saya yang katanya minta dikabari bila kami sudah di Bandung. Dia adalah bro Bowo (ADV Rider; Nusantaride Bandung). Setelah bertelpon – telpon, dia minta ditinggal saja karena sore sampai malam masih banyak kerjaan. Akhirnya saya kasih solusi, kalau oom Bowo mau nyusul, saya tunggu di Purwokerto.
Dua batang rokok pun habis, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Cileunyi. Start dari Cimahi sekitar jam setengah 4 sore, melintasi Jalan Soekarno – Hatta dengan diiringi hujan dan macet-macetan. Alhasil Cimahi – Cibiru pun sukses kami tempuh selama 2 jam lebih. GILAAAKK..!!
Setelah istirahat lagi di Cibiru, akhirnya kami lanjutkan perjalanan menuju Cileunyi. Saya dan bro Memed janjian dengan bro Didiek di sebuah SPBU. Setelah bertemu, kami lanjut untuk mencari tempat makan malam terlebih dahulu, karena waktu sudah menunjukkan pukul 19.30 BBWI.
Setelah selesai makan malam, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Purwokerto. Melewati Nagrek – Garut – Malangbong – Ciawi – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar. Jalur Nagrek – Garut cukup ramai dengan truk dan bus. Namun di antara Garut – Malangbong kemacetan terjadi. Penyebab kemacetan karena ada sebuah mobil sedan yang mogok. Hal tersebut sempat membuat perjalanan kami terhenti selama kurang lebih 10 menit.
Setelah lepas dari kemacetan tersebut, sekitar 500 meter-an tepat di depan kami ada truk yang patah as karena sudut jalan yang terlalu miring.. wadduuh..!! (**l!)
Truk patah as..
Setelah berhasil melewati truk tersebut, kamipun melanjutkan perjalanan menuju rest point berikutnya, Banjar. Jalur Malangbong – Ciawi – Rajapolah (Tasikmalaya) – Ciamis volume kendaraannya lumayan ramai, tapi kami masih bisa bejek gas antara 70 – 80 KPJ, baik jalan lurus maupun jalan menikung.. #eeh..?!
Dan AJAIB-nyaaahh..!! Cileunyi – Banjar waktu tempuhnya sama kayak Cimahi – Cibiru, sama-sama 2 JAM..!!
Kami pun beristirahat sejenak di sebuah SPBU di daerah Banjar.
Setelah cukup berisitirahat, jam sudah menunjukkan jam setengah 12 malam. Tujuan berikutnya, Purwokerto, melewati Majenang – Karang Pucung – Wangon – Rawalo. Kondisi jalan Banjar – Majenang memang mulus, namun berliku-liku dan sangat gelap, karena tidak ada lampu penerangan jalan. Kami pun harus “pasang mata.” Baru ketika memasuki Wanareja jalanan lebih terang.
Setelah kurang lebih 2 jam memacu kuda besi – kuda besi kami, kami pun sampai di Wangon.
Setelah beristirahat selama 1 jam, kami pun lanjut menuju Purwokerto via Rawalo. Kondisi jalan Wangon – Rawalo – Purwokerto banyak tambal sulam dan lubang-lubang kecil. Akhirnya kami pun tiba di Purwokerto sekitar jam 4 pagi.
__________________________________________________________________________________________________________
Purwokerto, 15 November 2012
Bangun jam 10 pagi, langsung mandi dan sarapan. Bro Didiek pun lanjut berangkat ke Jogja di tengah hujan deras. Yup, bro Didiek mau ke Jogja dulu untuk mengunjungi adiknya yang sedang kuliah di Kota Pelajar tersebut. Dan nantinya kami janjian di Wonosobo pada keesokan harinya ketika berangkat ke Dieng.
Setelah melepas bro Didiek, saya dan Memed pun berencana membeli sepatu untuk bro Memed (sepatunya jebol). Sambil menunggu hujan berhenti, saya sempat kontek-kontekan dengan Pak Tyo MiLYS Bogor Raya (beliau juragan restoran Ayam Geprek Pak Tyo di Bogor) yang sedang berada di Baturraden. Hujan sudah berhenti, saya dan bro Memed pun keliling-keliling ke pusat perbelanjaan di sekitar Purwokerto. Agak susah mencari sepatu turing di kota ini, kalaupun ada, ukurannya kecil.. (**l!)
Akhirnya dapat juga sepatu turingnya. Saya pun menghubungi pak Tyo bahwa kami sudah on the way ke Baturraden, dan sepakat untuk bertemu di gerbang wisata Baturraden. Begitu bertemu dengan pak Tyo, ternyata beliau tidak sendiri, ada oom Arif (MiLYS Purwokerto).
*captured by Mr. Tyo’s BB (dari kiri ke kanan : pak Tyo, oom Arif, Saya).
Selagi berbincang-bincang sambil menikmati kopi dan Tempe Mendoan di rumah kerabat pak Tyo, ada kabar dari bro Bowo (ADV, Nusantaride Bandung). Ternyata beliau sudah sampai di Purwokerto, saya dan bro Memed pun pamit pulang ke pak Tyo untuk menuju alun-alun menjemput bro Bowo. Bro Bowo pun sudah ketemu, dan kami bertiga lanjut pergi makan malam di Jalan Bank. Kata bro Memed dan bro Bowo ada soto yang enak di sana.
Di Rumah Makan Soto Jalan Bank.
Setelah makan malam, kami pun kembali ke rumah family saya untuk beristirahat.
_________________________________________________________________________________________________________
Purwokerto, 16 November 2012.
Suara alarm dengan lagu “What a Beautiful World” covered by : Joey Ramones pun membangunkan saya di jam 7 pagi, saatnya bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan menuju Dieng.
*packing..
Tepat jam 10.00 BBWI, kami pun berangkat menuju Dieng melewati Purbalingga – Banjarnegara – Wonosobo.
*on the way to Purbalingga..
*on the way to Banjarnegara..
Di perjalanan menuju Banjarnegara ternyata sedang ada perbaikan jalan sehingga menimbulkan kemacetan, tapi macetnya tidak terlalu panjang.
Setelah lepas dari kemacetan, perjalanan pun kami lanjutkan. Perjalanan menuju Banjarnegara sangat lengang, sehingga sekitar jam 11 kami sudah memasuki Kota Banjarnegara. Sambil mencari informasi jalan menuju Dieng dan Wonosobo (gara-gara GPS saya Searching Position terus), kami pun beristirahat dan makan siang sambil menunggu waktu Shalat Jumat.
*di rumah makan..
Ada cerita konyol, saya mendengar suara komat di mesjid yang tidak jauh dari rumah makan tersebut, namun bro Memed bilang itu bukan komat. Selang beberapa menit kami pun menuju mesjid. Sesampainya di mesjid, ternyata benar saja dugaan saya, sudah raka’at ke-2. hmpfft..(**l!) Akhirnya kami kembali ke rumah makan.
Setelah makan siang, kami pun lanjut menuju Wonosobo. Kami janjian ketemu bro Didiek (yang berangkat dari Jogja) di Alun-alun Wonosobo.
*goes to Wonosobo..
Hujan pun mulai turun, saatnya mengenakan jas hujan..
gazz lagee..!!
*entering Wonosobo.
Setelah sampai di Alun-alun Wonosobo, kami pun mencari posisi keberadaan bro Didiek. Setelah bertemu bro Didiek, ada masalah pada motor bro Bowo, ternyata cangklong busi-nya kemasukan air. “Mungkin gara-gara kecipratan air saat motor membelah genangan air yang cukup dalam saat memasuki Kota Wonosobo”, demikian kata bro Bowo. Motor pun tidak bisa dihidupkan, dan ada tempat yang teduh di kantor pos yang bisa dijadikan tempat untuk memperbaikinya.
Setelah saya tidak dapat hadir di 2 event Nusantaride. Ranau Escapade (GAGAL TOTAL gak bisa berangkat), Pangandaranaway (NYASAR ke Tasik, gak sampe TKP). hahahaha.. Bertemu dengan teman-teman yang selama ini hanya bersua di Facebook dan di forum http://www.nusantaride.com. Sesuai dengan tema rally ini : “THERE ARE NO STRANGER HERE; ONLY FRIENDS YOU HAVEN’T YET MET..!!”
Setelah register, saya pun menjumpai oom Ija, kang Adet (juragan 7gear), Rangga Bachri, oom Bayu Santosa, pakde Bimo Setyawan, oom Pray Petroz, Maman (hedonesia) dan Haryo Widodo (mereka itu adalah sebagian dari “pentolan” Nusantaride). Selesai beramah tamah dengan teman-teman yang lain, kami pun mendirikan tenda. Tenda kami “bertetanggaan” dengan tenda-nya oom Sulis dan oom Yance dan tendanya Haryo.
Selesai mendirikan tenda datang lagi “4 orang gila.” Oom Jack (guru saya belajar naek motorcross
), oom Bambing a.k.a Codot Insap (salah satu teman saya di MiLYS chapter Depok), Temmy “The Red Devil” dan Rial (juragan Syndicate Motor). Ceng-cengan lagi, bercanda lagi.
Okeh, saatnya bersih-bersih. Oom Jack menawarkan kepada kami untuk mandi di kamar hotel tempat dia menginap. Kami pun meluncur ke hotel tersebut. Alih-alih mau numpang mandi, ternyata cuaca yang dingin di Telaga Cebong membuat bro Bowo, bro Didiek dan bro Memed urung untuk tidur di tenda. lhaaahh..?! piye ikiiihh..??
) Yoweslah, akhirnya kami check in di hotel tersebut.
Mandi sudah, sekarang saatnya makan malam.
Makan malam bersama (foto diambil dari kamera oom Franky)
Selesai makan malam, kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat. TENDA GIMANA, TENDA..??? *gagal kemping..
)
Saya yang tadinya niat untuk kembali ke Telaga Cebong pada akhirnya juga menginap di hotel, karena tidak berani sendirian ke sana. *alasan..
__________________________________________________________________________________________________________
Dieng, 17 November 2012.
Bangun pagi, senam dikit, sarapan dan selesai mandi, saya dan teman-teman berniat jalan-jalan keliling Dieng dan mencari spot foto yang ciamik. halaaahh..!!
Beberapa foto saya yang di shoot oom Bowo. (ijin pake yakk, oom
). Kamera canggih, nih..!!
) *karena NARSIS adalah HAK dan EKSIS adalah KEWAJIBAN..
Setelah puas berfoto-foto, kami pun lanjut kembali menuju Telaga Cebong.
Cuaca nan cerah di TKP Nusantaride National Dieng Rally 2012..
Kabut pun mulai turun.. *lagi..
Okeh..!! Acaranya sudah selesai, saatnya pulang ke rumah. Tadinya pakde Bimo Setyawan dan Rangga Bachri mengajak pulang bareng, ternyata saya ditinggalin. ciyaan..
Akhirnya saya pulang group riding dengan oom Bambing, oom Jack, oom Temmy, Kalong Gendeng a.k.a oom Reno, oom Pray, oom Franky, bro Bowo, bro Didiek dan bro Memed.
Makan siang dulu sebelum pulang (taken by Franky’s camera).
Sekitar jam setengah 4 sore, kami pun memulai perjalanan menuju Banjarnegara melewati Batur. Jalanan yang berliku-liku, licin karena hujan dan kabut harus hati-hati dalam berkendara.
Itu gunung apa, yaa..?? *jalanan sepi, gak ada yang bisa ditanya..
Kami melewati jalur alternatif dalam perjalanan Banjarnegara – Purbalingga. Hal tersebut untuk memangkas waktu dan jarak. Kami pun istirahat di daerah Kaligondang, Purbalingga pada saat hari menjelang Maghrib.
Jam sudah menunjukkan jam 7 kurang, saatnya melanjutkan perjalanan. Melintasi dalam Kota Purbalingga dan pinggiran Kota Purwokerto yang lumayan ramai, rombongan pun sempat terpisah menjadi 3 bagian. Namun begitu sampai di Rawalo, kami bisa terkumpul lagi menjadi 1 rombongan. Selesai SAROCA (SAtu ROkok CAbut), perjalanan dilanjutkan melewati Wangon dan Majenang. Kondisi lalin cukup padat, dan lagi-lagi kami terpisah menjadi 3 rombongan. Oom Jack, oom Bambing, Temmy dan bro Didiek ada di rombongan paling depan. Rombongan ke-2 ada saya, bro Bowo dan bro Memed. Rombongan ke-3, oom Pray dan oom Franky. O iya, oom Rano pulang terpisah ketika di Purbalingga, dia mau lewat Pantura.
Di Majenang, saya, bro Bowo dan bro Memed terkena kondisi lalin yang lumayan macet. Bro Bowo pun terpisah dari saya dan bro Memed. Namun ketika saya dan bro Memed istirahat di Banjar, bro Bowo kembali bergabung. Ada cerita lucu ketika saya disangka oom Parlin (MiLYSer chapter Jakarta Selatan) oleh seorang member YSC Ciamis, dia adalah bro Heru. Ternyata bro Heru sempat kontek-kontekan dengan oom Parlin untuk mampir ke rumah bro Heru. Oalah, ternyata MiLYSers chapter Jakarta Selatan ada di belakang kami.
@ Banjar..
Benar saja sekitar 15 – 20 menit berselang terdengar suara raungan knalpot dalam jumlah banyak. Benar saja, kami bertemu lagi dengan rombongan itu lagi. xixixixiie.. Tetapi mereka tidak lama istirahat bersama kami, karena harus lanjut menuju kediaman bro Heru. Kami pun berpisah lagi.
Tak lama berselang, ada panggilan masuk dari oom Bambing yang menanyakan keberadaan saya dan dia menginfokan sedang berada di dalam Kota Banjar, sedang mencari bengkel untuk memperbaiki kerusakan di motor oom Temmy. Lama tak ada kabar akhirnya saya sms oom Bambing kalau saya akan melanjutkan perjalanan dengan santai menuju Ciamis, karena ternyata bro Didiek, oom Pray dan oom Franky sudah sampai dan menunggu kami di sana. Jadi saya minta oom Bambing menyusul ke sana saja. Ternyata eh ternyata, oom Bambing, oom Jack dan oom Temmy sudah ada di Alun-alun Ciamis. hiaaahh..!! kabarin ngapaah, orang udah ditungguin.. (**l!) Akhirnya kami pun istirahat lagi di Ciamis sambil berdiskusi untuk mencari solusi memperbaiki motornya Temmy.
Di Alun-alun Ciamis..
Hasil diskusi akhirnya diputuskan, oom Temmy, oom Bambing dan oom Jack akan menginap di Ciamis untuk mencari bengkel di pagi harinya. Selain itu kondisi fisik oom Jack yang sudah nampak lelah. Kami pun berpisah, karena saya, bro Memed, bro Bowo, bro Didiek, oom Pray dan oom Franky lanjut pulang. Oom Pray dan oom Franky jalan lebih santai dan bilang ke kami bila ingin duluan silahkan saja. Sampai di Ciawi, bro Memed mengantuk dan akhirnya kami beristirahat. Begitu saya berhenti, saya tidak melihat bro Bowo dan bro Didiek, ternyata kita terpisah lagi.
Setelah 15 menit beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan melewati Malangbong – Nagrek. Di daerah Malangbong, saya dan bro Memed kembali bertemu dengan oom Pray dan oom Franky yang sedang istirahat. Selesai SAROCA, kami pun lanjut lagi. Sampai Cicalengka saya berhenti untuk mengisi bensin dan sekarang giliran saya yang mengantuk. Selesai mengisi bensin saya dan bro Memed pun bertemu dengan bro Didiek dan bro Bowo. Saya minta mereka jalan duluan, karena saya mengantuk.
__________________________________________________________________________________________________________
Cicalengka, 18 November 2012
Adzan Subuh membangunkan saya, karena saya dan bro Memed tidur di teras mushola di SPBU, dan kami pun lanjut. Melintasi Cileunyi – Cibiru – Pasteur – Cimahi – Padalarang, jalanan sangat lengang. Sekitar jam setengah 6 pagi, kami kembali memutuskan untuk beristirahat di Cipatat. Menghabiskan segelas kopi dan susu serta 2 batang rokok untuk kemudian lanjut lagi ke Cianjur dan sarapan di sana.
*on the way to Cianjur..
Sampai Cianjur sekitar jam 7, waktu yang tepat sarapan. Motor pun kami tepikan ke RM. Pribumi. Selesai sarapan, gazz lagi. Melewati Cipanas – Puncak di pagi hari memang segar, namun kesegaran itu terganggu ketika kami akan memasuki Pasar Cisarua. Lepas dari kemacetan, kondisi lalin Megamendung – Gadog ramai lancar. Kami tidak lanjut melewati Ciawi dan Kota Bogor, tapi kembali masuk melewati Gunung Geulis – Perumahan Bukit Pelangi – Babakan Madang. Kembali melewati jalur yang berliku-liku.
Akhirnya saya dan bro Memed berpisah di Komplek Pemkab Bogor. Saya pun tiba di rumah dengan selamat sekitar jam 9 pagi dan trip meter pun menunjukkan angka 1.117 KM untuk Depok/Bogor – Dieng PP.
T.A.M.A.T
Thx to :
- Allah SWT.
- Family saya di Purwokerto. Terima kasih pakde, bude karena sudah mengijinkan saya menginap di Purwokerto.
- Bro Bowo, bro Memed dan bro Didiek.
- Kawan-kawan Nusantaride.
- MiLYSers Jakarta Selatan atas traktiran kopinya.
- Pak Tyo atas kopi dan Tempe Mendoannya.
- Mesin ATM yang selalu menyelamatkan dari sisi finansial selama perjalanan..
Let’s Back To The West 2011..
Posted: April 14, 2012 Filed under: Uncategorized Leave a comment »*sambungan dari : http://bojongserongdikit.wordpress.com/2012/04/13/sing-penting-glinding-goes-to-east-java-2011/
Ride Home.. Back to The West..
Minggu, 11 September 2011
pagi hari di sekitaran Blitar.. *nginep d pom bengsin..
sekitar jam 8 pagi, kami pun mulai bergerak menuju Jogja via Ponorogo – Waduk Gajah Mungkur – Wonosari..
memasuki Ponorogo..
perjalanan Blitar – Ponorogo memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan kecepatan rata-rata yang tidak bisa diperkirakan.. *gak ada speedometer soalnyaah..
kondisi jalanan menuju Ponorogo bisa dikatakan bagus, karena hanya sedikit kami temukan spot jalan yang berlubang..
di Ponorogo kami sempat beristirahat untuk SAROCA (SAtu ROkok trus CAbut)..
perjalanan dilanjut menuju Waduk Gajah Mungkur..
sekitar jam 12 siang, kami pun tiba di tempat istirahat berikutnya.. Waduk Gajah Mungkur..
waktunya makan siang.. selamat makaaann..!! 
Pemandangan di sekitar Waduk Gajah Mungkur.. *airnya lagi surut.. 
setelah selesai makan siang, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Jogja..
OTW to Jogjaaahh..!! 
di daerah Wonosari, Hard Joe mengalami kerusakan di seputaran kelistrikan.. seluruh lampu mati total..
akhirnya sekitar jam 4 sore, setibanya di Bantul, kami pun mampir di sebuah bengkel untuk memperbaiki kerusakan..
setelah selesai memperbaiki Hard Joe, kami lanjutkan perjalanan menuju Purwokerto via Purworejo – Kebumen – Gombong..
menjelang Isya, kami istirahat di Purworejo.. *kembali ke agenda SAROCA.. hehehehe..
setelah selesai SAROCA kami lanjut perjalanan.. dan sekitar jam 21.30 kami sampai di Purwokerto..
saya memutuskan untuk menginap di kota ini di tempat saudara, sedangkan Jovie memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta..
akhirnya kami pun berpisah..
_________________________________________________________________________________________________________
Solo Ride from Purwokerto to Cibinong
bangun jam 8 pagi, mandi terus sarapan, ternyata di garasi rumah sepupu saya masih ada kendaraan sisa perang milik almarhum eyang saya.. keadaannya sudah tidak begitu terurus, tapi terlihat masih bagus.. ada mitos “kalau mobil ini bisa dihidupkan, Macan Gunung Slamet bisa turun gunung..” guyon pakde saya..
jam sudah menunjukkan jam 11 siang.. “wah.. kesiangan, nih..?!” 
setelah pamit, saya pun mulai nge-gazz Hard Joe kembali..
di tepi Sunga Serayu (CMIIW)..

setelah mengabadikan beberapa foto, saya pun melanjutkan perjalanan.. melewati Majenang – Karang Pucung jalanan relatif mulus, sedikit saja ada jalanan “tambal sulam..” sebelum masuk Kota Banjar, saya putuskan untuk makan siang.. setelah beristirahat dan makan siang selama kurang lebih 1 jam, saya pun kembali melanjutkan perjalanan..
dan gazz terus sampai Bandung..
jalanan menjelang Nagrek nan aduhai.. *aspalnya kayak habis dipel.. 
sekitar jam 5 sore, saya pun mulai memasuki Bandung.. Cileunyi – Cibiru macetnya ampuuunn..!
kemudian saya kontek2an dengan broo Bowo dan Dendy (mereka juga rider2 handal di forum ini..) kami pun sepakat janjian ketemu di Gazibu, Bandung..
kira-kira jam setengah 6 sore saya pun bertemu dengan oom Bowo terlebih dulu.. oom Bowo sempat “garuk2 kepala” (untung gak garuk2 bijih.. hahahaha), karena beliau tidak menyangka saya mengendarai Hard Joe untuk riding kali ini.. NEKAT..!! *kurang lebih begitu kata oom Bowo.. ![]()
tak lama berselang, sambil saya nyuap Somay Bandung, oom Dendy pun muncul bersama kekasihnya.. 
di depan Gedung Sate dengan oom Bowo..
selanjutnya saya, oom Bowo, oom Dendy beserta kekasih (ciaelaaaahh..!!
) lanjut untuk ke NgopDul di sekitaran Bandung (lupa nama daerahnya..
)

setelah puas ngobrol dan beristirahat, tepat pukul 21.00, saya pun pamit untuk melanjutkan perjalanan pulang..
Dan saya pun tiba di rumah (Cibinong) sekitar jam 11 malam..
rute keseluruhan perjalanan “SING PENTING GLINDING 2011″

SEE YOU IN ANOTHER TRIP.. 
Sing Penting Glinding.. Goes to East Java 2011..
Posted: April 13, 2012 Filed under: Uncategorized 3 Comments »Sedikit CurCol..
Cucur..! eeh.. Jujur..!!
Perjalananan kali ini saya gak punya tujuan yang jelas.. Cuma 1 yang terpikir : udah terlanjur ambil cuti 5 hari, masa di rumah aja.. 
Cuti yang saya ajukan itu harusnya mulai tanggal 5 – 9 September 2011, maksud hati untuk menyambung cuti massal yang dibijaki pemerintah mulai tanggal 29 Agustus 2011 – 2 September 2011.. Niatnya sih mau keliling Sumatra.. Tapi apa daya, cuti saya yang tanggal 5 September 2011 ditolak, dengan alasan wajib masuk karena ada halal bihalal kantor, dan tanggal 7 September 2011 saya harus mengisi acara di suatu acara kantor.. Akhirnya, cuti yang disetujui bos jd tanggal 8, 9, 12, 13 September (jadinya malah cuti 4 hari niihh.. hikzz..)
Sekian CurCol dari saya..
7 September 2011.. Hard Joe saya tinggalkan di bengkel untuk general check up.. Saya-nya lanjut ngantor.. 
cek up Hard Joe..
Cek sampe dalem.. 
Selesai acara kantor, saya langsung pamit pulang.. *mampir ke bengkel..
Sesampainya di bengkel, ternyata ada teman saya (bro Jovie, HTML JakBar) sedang servis juga.. Kami pun berbincang-bincang dengan mekanik saya tentang perjalanan yang akan saya tempuh nanti.. Niatnya, saya mau jalan sendiri.. Tiba2 bro Jovie nyeletuk : “gw ikut deh, Kay..” #eeh.. Sinting..!! (bro Jovie ini teman saya yang ikut turing mudik ke Kerinci pas lebaran 2011 lalu).. Sebelumnya saya memang sudah buka wacana tentang perjalanan “Sing Penting Glinding” ini, tapi bro Jovie seperti ragu2.. Bagi saya, kalau ragu2 lebih baik tidak usah ikut.. 
Akhirnya diputuskan, saya dan bro Jovie pun berangkat.. Saya bilang : “jalan santai ya.. gw bawa Hard Joe (GL-Pro tua saya) neeehh..!!”
Keberangkatan diputuskan Kamis, 8 September 2011 jam 04.00 BBWI..
Setelah Hard Joe selesai dicek, saya pun pamit pulang..
_________________________________________________________________________________________________________
Kamis, 8 September 2011..
Cibinong – Bandung – Majalengka – Kuningan – Ketanggungan – Slawi – Pemalang – Semarang..
Bangun kesiangan.. Janji jam 4 pagi, jam segitu baru bangun.. Alhasil cuci muka+gosok gigi aja, langsung gazz ke “Start Line” yang telah disepakati oleh bro Jovie..
@ Starting Line.. Minimarket depan komplek.. 
Akhirnya perjalanan molor jadi jam 5.00 BBWI..
Melewati kawasan Puncak yang dingin ditambah tidak sempat sarapan jadi membuat perut ini keroncongan.. Sekitar 40 menit dari “Starting Line” saya putuskan untuk sarapan terlebih dahulu..
Sarapan di Cianjur..
Selesai sarapan, kami bergegas kembali melanjutkan perjalanan.. Menyusuri Ciranjang – Rajamandala – Padalarang dan Cimahi.. Memasuki kota Cimahi, jalanan lumayan macet.. Selepas Cimahi, lancar.. Begitu memasuki daerah Cibiru, kemacetan kembali menghadang.. Parah, macetnya kayak di Jakarta.. 
Lepas dari kemacetan Cibiru, perjalanan mulai lancar kembali.. Sampai di Jatinangor, tiba-tiba bro Jovie minta jeda waktu untuk istirahat.. Ngantuk, belum tidur dari malam seblum keberangkatan.. #ealaaahh.. mo jalan jauh koq ndak tidur.. njriitt..!! udah jam setengah 9 nih.. (**l!)
Istirahat di SPBU daerah Jatinangor..
Setelah saya kasih waktu untuk istirahat sekitar 1 jam, perjalanan pun saya lanjutkan kembali.. Melewati jalur Cadas Pangeran – Majalengka menuju Kuningan..
Gazz ke Kuningan..
Sekitar jam 12 siang, kami sampai di Kuningan.. Take a break, get lunch..
Istirahat + makan siang sekitar 1 jam telah usai.. Waktunya lanjut lagi..
Perjalanan menuju Ketanggungan, Jawa Tengah..
Sampai Ketanggungan sekitar jam 3 sore.. Kami pun beristirahat kembali untuk “meluruskan” badan.. *pake Hard Joe gak ada engine guard-nya, jd gampang pegel karena tidak bisa meluruskan kaki.. hehehehe..
Selesai beristirahat mari kita gazz lagi..
Perjalanan dilanjutkan ke Slawi dengan kondisi jalan yang bergelombang.. Berkendara di jalur tersebut harus extra hati-hati..
Ketanggungan – Slawi jarak tempuhnya tidak terlalu jauh.. Tapi karena kondisi jalan yang bergelombang jadi membutuhkan sekitar 1,5 jam untuk sampai ke kota Slawi..
Memasuki Slawi, Kab. Tegal..
Setelah memasuki kota Slawi, perjalanan saya belokkan agak ke selatan.. Lewat Randudongkal.. Keputusan ini saya buat karena saya paling males lewat jalur Pantura ketika matahari masih bersinar terik.. 
on the way to Randudongkal..
Sampai di Randudongkal jam 6 sore.. Kami beristirahat kembali di daerah ini, sekalian bro Jovie mengecek kerusakan pada kelistrikan JoTiKon (nama motor bro Jovie)..
Setelah selesai istirahat dan mengecek masalah kelistrikan JoTiKon, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Pemalang.. Yupzz.. Kami mulai naik ke Pantura untuk menuju Semarang..
Perjalanan melalui Pantura dikala malam memang harus benar-benar pasang mata.. Karena “sparing-an” kami adalah kendaraan-kendaraan besar..
Sampai di Alas Roban sekitar jam setengah 8 malam, perut sudah waktunya untuk diisi.. Saya pun berkoordinasi dengan PakDe Bims (Bimo Setiawan) NSRider Semarang, bila sekiranya bila mampir di Semarang bisa kopdardak (kopi darat dadakan).. hehehehe.. Selesai makan malam, kami pun bergegas menuju Semarang.. Alas Roban – Semarang terpantau ramai lancar malam itu.. Hanya agak sedikit tersendat begitu memasuki Semarang.. Kami pun memasuki Semarang sekitar jam setengah 10 malam.. Saya pun kembali berkoordinasi dengan PakDe Bims apakah masih bisa untuk kopdardak atau tidak.. Karena waktu sudah malam akhirnya kopdardak dibatalkan.. *ya iyalaahhh.. kasian Pakde Bims nanti masuk angin.. xixixixiie.. #guyon ya pakdee..
Lalu kami putuskan untuk mencari SPBU untuk dijadikan tempat beristirahat.. *ngoboy niiihh.. 
_________________________________________________________________________________________________________
Semarang – Kudus – Rembang – Blora – Bojonegoro – Lamongan – Surabaya – Sidoarjo..
Jumat, 9 September 2011..
SUKSEsS..!! Rencana istirahat hanya 2 jam, bablas jam 4 pagi baru terbangun.. *mungkin sudah terlalu lelah.. 
Setelah cuci muka, ritual pagi dan mengumpulkan “nyawa”, jam 5 pagi kami melanjutkan perjalanan.. Kami berencana untuk sarapan di Kudus..
Dengan berkendara santai, sekitar jam setengah 7 kami sudah memasuki Kudus.. Kami pun berhenti untuk sarapan di sebuah restoran di dalam sebuah SPBU..
Istirahat sekalian sarapan..
Jovie tepar lagi.. *kali ini lebih safety.. hahahaha..
Selesai sarapan, waktunya kembali “mengaspal”.. Waktu menunjukkan jam 9 pagi, hari sudah mulai siang.. 
goes to Rembang..
Matahari ditambah dengan jalan yang lurus-lurus saja membuat perjalanan membosankan dan bikin ngantuk.. Kami pun membelokkan arah menuju Blora, berharap di sana akan melewati jalur yang lebih adem dengan pemandangannya..
Goes to Blora..
Selepas Blora, kami lanjutkan perjalanan menuju Cepu..
Let’s goo..!!
Sekitar jam setengah 12 siang, kami memasuki kota Cepu..
Kami sempatkan untuk beristirahat di Cepu..
Setelah menghabiskan 2 batang rokok, kami lanjutkan perjalanan menuju Surabaya via Bojonegoro – Lamongan – Gresik..
Pemandangannya lumayan bikin segar, walau cuaca cukup panas.. 

Sekitar jam 2 siang, kami memasuki kota Lamongan..

1 jam setelah Lamongan, kami pun memasuki Surabaya.. Saya sempatkan kontak dan sms Cak Oghlam (HORNET SUB, PRIDES PETERSON, NUSANTARIDE), oom Wawan (HORNET SUB) dan oom Bayu Santosa (NUSANTARIDE) untuk mencari info bengkel motor yang recommended untuk memperbaiki Hard Joe yang mengalami kebocoran oli mesin yang merembes dari seal stut kopling.. Oom Bayu Santosa sempat mengantar kami ke bengkel resmi Honda di daerah Surabaya.. Tetapi semua bengkel sudah penuh.. hikzz.. Akhirnya kami putuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan menuju Sidoarjo sambil mencari bengkel yang searah dengan jalur menuju Sidoarjo..
Akhirnya, di daerah Gedangan, kami menemukan bengkel.. Saya pun langsung memasukan Hard Joe ke bengkel tersebut..
Jalanan daerah Gedangan yang macet..
Ketika sedang menunggu Hard Joe diperbaiki, saya sempat komen-komenan di foto kuncen Bromo memberitahukan kalau kami sedang di Gedangan.. Beliau adalah broo Irwan (PRIDES, NUSANTARIDE).. Saya pun memberikan nomor selular saya.. Tak lama kemudian ada sms masuk dari bro Irwan, bilangnya ingin mengajak kami untuk ngopi-ngopi di Sidoarjo.. Setelah Hard Joe selesai diperbaiki, bro Irwan muncul dengan “Bebek Dakkar” (kirain Bebek Bakar.. weqeqeqeqeqq..
) di bengkel.. Setelah mengobrol sebentar, akhirnya kami mulai bergerak menuju alun – alun Sidoarjo..
Kopdardak dengan Bebek Dakkar.. 

Setelah bersenda gurau dan ceng2an, kami pun bergegas menuju rumah family di Sidoarjo..
Setelah istirahat sambil berbincang – bincang dengan saudara saya, kami pun bergerak kembali menuju alun – alun Sidoarjo.. Di sana Cak Oghlam beserta member PRIDES PETERSON (Sidoarjo) sudah menunggu kami untuk KopDarCol (demikian kata Cak Oghlam).. 
Di samping RS. D.K.T, lokasi KopDarCol with PRIDES PETERSON..

Setelah selesai mengobrol dan sukses ditraktir, kami pamit pulang.. Karena kami memang sangat membutuhkan istirahat untuk memulai perjalanan pulang ke Jakarta dan Cibinong pada keesokan harinya.. *Lot of Thanx to PRIDES PETERSON atas sambutan hangatnya.. Sampai jumpa di lain kesempatan.. 
_________________________________________________________________________________________________________
Sabtu, 10 September 2011..
jam sudah menunjukkan pukul 09.30 pagi.. saya dan Jovie pun bersiap-siap untuk memulai perjalanan menuju Gunung Bromo..
perjalanan menuju kami putuskan melewati kota Ponorogo.. jalanan yang macet dan panas kami tembus dengan gagah berani.. #eeaaahh..!! 
macet di daerah luapan Lumpur Lapindo..

setelah terjebak macet selama hampir 1 jam di lokasi luapan lumpur, kami pun memasuki kota Pasuruan..

langsung menuju Gunung Bromo via Puspa dan Tosari..
di daerah Tosari (klo gak salah), saya dan Jovie memutuskan untuk istirahat makan siang.. sambil mencari-cari informasi kepada seorang guide..
pemandangan di sekitar Tosari..
setelah mendapat informasi yang cukup dan ditambah perut yang sudah kenyang, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru..
di gerbang loket retribusi..
setelah membayar retribusi, kami lanjutkan perjalanan ke lautan pasir..
di gapura Taman Nasional Bromo Tengger Semeru..

action di salah satu puncaknya..
dan langsung menuju lautan pasirnya..

setelah menikmati Bromo, jam 16.30 kami putuskan untuk turun ke Malang via Tumpang.. sayang, Bukit Teletubies yg tadinya hijau, mulai menguning.. 
perjalanan menuju Tumpang dari area Bromo tidak lebih dari 10 KM, tapi kami harus mencapainya hingga hampir 2 jam.. hal ini dikarenakan pasir yang gembur dan dalam pada saat musim kemarau.. dan bro Jovie sukses 4 kali nyungsep.. 
on the way ke Bukit Teletubbies..
di Bukit Teletubies yang menguning..
setelah hampir 1 jam mengitari Kawah Bromo, kami lanjut menuju Malang via Tumpang..
let’s goo..!!
melewati Tumpang, kami harus melewati jalan yang berkabut dan mulai gelap..
kami tiba di Malang sekitar jam setengah 7 malam.. bergegas untuk mencari makan malam, karena perut sudah lapar dikarenakan oleh banyak energi yang terbuang saat “bermain pasir” di Bromo.. ketika sedang asyik makan malam, ada panggilan masuk di telepon selular saya.. ternyata yang menghubungi saya adalah bro Ferry BANDITS (BArisaN soliDarITas Scorpio) Malang.. walaaahh, usut punya usut ternyata beliau dapat info dari bro Zaky MiLYS (Mailing List Yamaha Scorpio) Jakarta Selatan.. bro Fery dibertahu bro Zaky bila saya akan melewati Malang, sepulangnya dari Bromo.. akhirnya kami pun dijemput di depan Univ. Muhammadiyah Malang..
dijamu oleh brader2 BANDITS Malang.. 

setelah selesai beramah tamah, sekitar jam 1 dini hari kami pun pamit melanjutkan perjalanan menuju Blitar.. karena memang sudah kami rencanakan untuk menginap malam itu di daerah Blitar..
*bersambung di : Let’s Back to The West 2011..
_________________________________________________________________________________________________________
It called : Arus Balik.. Ride Home..
Posted: September 28, 2011 Filed under: Uncategorized Leave a comment »lanjutan dari kisah : http://bojongserongdikit.wordpress.com/2011/09/27/di-kampung-halaman-kincais-rolling-20/
Day 5..
Sungai Penuh – Bangko – Sarolangun – Lubuk Linggau, 1 September 2011
Kini saatnya untuk memulai perjalanan kembali ke rumah, Cibinong – Bogor..
Rute yang kami pilih tentu berbeda dengan rute keberangkatan.. Untuk rute pulang, kami putuskan lewat Jalur Lintas Tengah Sumatra.. Melewati Bangko – Sarolangun – Lubuk Linggau – Baturaja..
Kami pun berpamitan dengan nenek di rumah, suasana haru dan bahagia sangat terasa.. Karena nenek ingin kami menginap lebih lama, namun apa daya, saya harus spare waktu untuk sampai ke rumah agar dapat libur 1 hari lagi sebelum kembali beraktivitas di hari Senin-nya..
Sebelum pulang kami sempatkan untuk mampir ke rumah family di Kecamatan Jujun.. Kecamatan Jujun ini ada di tepi Danau Kerinci, kebetulan itu adalah jalur yang akan kami lewati menuju Bangko..
Goes to Jujun..
Melipir di Danau Kerinci..
Setelah beramah tamah dengan family di Jujun, tepat pukul 10.30 BBWI kami mulai melanjutkan perjalanan menuju Bangko..
Jalan gravel (saya tidak mau menyebut rusak parah..
) dan pemandangan yang indah..
Jarak Sungai Penuh – Bangko sekitar 116 KM.. Tapi 70% jalannya “gravel” (lagi2 saya tidak mau menyebut rusak parah..
)..
Hingga waktu tempuhnya bisa 4 – 5 jam..
Di area Taman Nasional Kerinci Seblat..
Jalan di area Taman Nasional ini sepertinya merupakan jalan yang baru dibuat oleh pemerintah setempat.. Karena ada beberapa bagian bukit yang baru “dibelah” dan di bawahnya terlihat jalan lama dengan ruas jalan yang sempit..
Setelah berjalan sekitar 2 jam dari Kerinci, kami melewati aspal yang mulus.. 
Tetap harus hati2 dengan kerikil lepas..
Namun tak lama berselang kami kembali dihadang jalanan gravel..
Di tepi Sungai Merangin, masih di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, kami putuskan untuk beristirahat.. Sambil mengecek rantai si Johnny yang sudah bunyi “bletak-bletak karena kendur akibat jalan yang ajrut2an dan bobot bawaan yang mesti ditopang-nya.. hehehehe..
Di belakang tempat istirahat ada pemandangan Sungai Merangin yang bikin ingin berenang di situ.. ![]()

Penulis sangat menikmati pemandangan itu.. *sampai lupa, istirahat hampir 1 jam..
Setelah selesai beristirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju Bangko dan Sarolangun.. Kami memasuki Kota Sarolangun sekitar pukul 18.00 BBWI..
Jalan menuju Sarolangun..
Sesampainya di Sarolangun, sambil beristirahat, kami mencari informasi situasi jalan menuju Lubuk Linggau yang akan kami tuju malam itu.. Informasi dari pak polisi, JALAN RAWAN KEJAHATAN di malam hari.. Kami tanya penjaga pom bensin, JALAN RAWAN KEJAHATAN di malam hari.. Akhirnya, dengan “nekat” yang kuat, kami terobos jalur tersebut dengan syarat, kecepatan motor harus di atas 100 KM/jam.. hiaaaahh.. (**l!)
Akhirnya kami bertiga sepakat bejek gas malam itu.. Di perjalanan di hari-hari yang lalu kecepatan tertinggi yang kami raih biasanya 80 KM/jam, malam itu harus “full throttle”.. Sarolangun – Lubuk Linggau yang berjarak 139 KM (jalan lurus dengan sedikit tikungan) kami tempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam..
Sampai di Lubuk Linggau sekitar jam 8 malam.. Kami langsung mencari rumah makan dan penginapan, kami putuskan menginap dikarenakan jalur Lubuk Linggau – Muara Enim masuk kategori rawan kejahatan..
—————————————————————————————————————————————————————————–
Day 6..
Lubuk Linggau – Lahat – Muara Enim – Batu Raja – Bukit Kemuning – Kotabumi, 2 September 2011..
Bangun jam 7 pagi, ngecek-ngecek motor.. Ternyata setelan rantai sebelah kanan Ninja 150RR hilang.. weeekkzz..?! harus ke bengkel dulu.. (>_<!’)
*bersihin helm dulu dari nyamuk-nyamuk nakal..
Ngebengkel dulu di Lubuk Linggau..
Barang yang hilang, barang penggantinya beda punya.. Cueklah, yang penting bisa menahan agar rantai tidak berubah setelan aja..
Setelah selesai memperbaiki motor, kami lanjutkan perjalanan menuju Lahat..
Memasuki Kota Lahat.. 11.00 BBWI..
Diperjalanan menuju Muara Enim, kami disuguhi pemandangan sebuah bukit yang unik.. Kalau tidak salah, namanya adalah Bukit Tunjuk.. Karena bukit tersebut seperti sedang menunjuk ke atas..

Di Muara Enim kami putuskan untuk beristirahat sekalian makan siang..
Setelah istirahat dan perut kenyang, tepat pukul 14.00 kami lanjut bejek gas lagi menuju Batu Raja.. Waktu tempuh Muara Enim – Batu Raja sekitar 2 jam..
p
Pemandangannya..
Sekitar jam 4 sore, kami pun memasuki Batu Raja.. Motor bro Tri Budi mengalami masalah, motor berjalan seperti tersendat-sendat..
Untuk mendinginkan mesin dan mengecek masalah motor, kamipun beristirahat di SPBU di jalur lingkar luar kota Batu Raja..
Tepat pukul 17.00 BBWI, kami lanjutkan perjalanan menuju Kotabumi via Martapura dan Bukit Kemuning..
Menembus perbatasan Sumatra Selatan – Lampung..
Menuju Bukit Kemuning..
Sinar Matahari dan Awan yang mengiringi perjalanan..

Kami tiba di Bukit Kemuning sekitar jam 18.30.. Isi bensin, sekalian istirahat..
Setelah isi bensin, kali ini motor bro Tri benar-benar tidak mau hidup.. Penyakit 2 tak kalau bensin diborosin, busi “basah” dan mati..
Akhirnya coba kita perbaiki dulu.. Lahdalah, kunci busi KRR itu ukuran 20mm tooh..?! *biasa pake GL n’ Scorpio ukuran 18mm..
Ubek2 tool kit di boks kiri si Johnny, gak ketemu juga tuh kunci ring-pas 20mm.. Bro Jovie pun mencari bengkel terdekat..
Bengkel pun banyak yang tutup, akhirnya diputuskan motor bro Tri harus di”setut” menuju Kotabumi.. Karena dapat info dari brother2 Klub Binter Merzy Kotabumi yang ketemu di SPBU Bukit Kemuning, ada seorang mekanik andalan mereka yang bisa “diganggu” malam-malam..
Keberangkatan akan dilanjutkan setelah makan malam.. Sambil makan malam, ada 2 orang rider Scorpio dari YSC-Cikarang dan CISCO yang mampir ke rumah makan.. Bro Maman dan bro Awang (kalau gak salah, lupa..
).. Mereka dari Palembang mau pulang ke Cikarang, ternyata mereka bertemu bro Jovie saat mencari bengkel.. Mereka menawarkan bantuan dan mengecek kondisi kami.. Setelah saya yakinkan mereka kami bisa melanjutkan perjalanan menuju Kotabumi, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan..
Selesai makan malam, kami melanjutkan perjalanan dengan kondisi, saya harus men”setut” motor bro Tri.. Lumayan juga nih paha dan betis kiri, dorong motor sejauh 43 KM.. hehehehe.. Sampai di Kotabumi, kami langsung mencari info bengkel rujukan brother2 Binter Merzy Kotabumi.. Setelah ketemu, ternyata mekaniknya sedang tidak terima tamu.. hiaaaahh.. ya sudahlaaahh, nginep lagi.. Dan kami putuskan menginap di Kotabumi dan melanjutkan mencari bengkel esok pagi..
—————————————————————————————————————————————————————————-
Day 7..
Kotabumi – Bandar Lampung – Kalianda – Bakaheuni – Merak – Pamulang – Cibinong, 3-4 September 2011..
Bangun pagi, paha n’ betis masih masih kenceng, langsung nyetut lagi.. Alhamdulillah yaa, bengkelnya tidak jauh dari penginapan tempat kami menginap.. Sesuatu banget..
Selesai nge-bengkel, kami lanjutkan perjalanan menuju Bakaheuni sekitar jam 11.30 siang.. Melewati Bandar Jaya – Bandar Lampung – Kalianda..
Di Bandar Jaya inilah saya selisihan jalan dengan seorang member forum ini.. Si 6464K.. Saya tidak mengira kalau itu beliau bro Denny D’Adventure.. *tau dah adventure kemanah..?! hahahaha.. 
Perjalanan menuju Bakaheuni.. Di Bandar Lampung..
Kami sempat berhenti di Kalianda, bro Jovie mau beli oleh-oleh katanya..
Setelah beristirahat, kami lanjut ke Bakaheuni.. Di perjalanan menuju Bakaheuni, saya melihat ke spion Johnny.. Kok rombongan bertambah 1 orang ya..?! Ternyata rombongan kami bertambah dengan kehadiran bro Agus dari DTC (District Tiger Cikarang).. *gak tau nongolnya dari mana nih..
25 KM sebelum memasuki Pelabuhan Bakaheuni, istirahat lagi di SPBU sambil ngobrol-ngobrol..

Istirahat selesai, saatnya persiapan mengalami kenyataan pahit.. Yaaa.. Ngantri masuk kapal laut di Pelabuhan Bakaheuni..

Akhirnya sekitar jam 9 malam, bisa masuk kapal laut.. Sebelumnya saya sempat sms-an dengan Aki Benny (MiLYS Karawang), sekiranya bisa bareng-bareng menyebrang ke Merak.. Ternyata dapat sms terakhir dari beliau (sekitar jam 7 malam), posisinya masih di Tulang Bawang (kalau tidak salah).. *waaahh masih jauh yakk..?! Beliau sedang solo touring dari Palembang menuju pulang.. Akhirnya saya putuskan untuk meninggalkan Aki Benny.. weqeqeqeqeqq.. *maap ya ki..
Di atas kapal penyeberangan Bakaheuni – Merak..
Bis-bis yang tidak kebagian naik ke kapal..
Mendarat di Pelabuhan Merak sekitar jam 11.30 malam.. Langsung nge-jozz pulang via Serang – Tangerang – Pamulang – Parung..

Siap-siap keluar dari lambung kapal.. Java Island.. I’m baaaaccckk..!!
Sampai rumah jam 5 pagi..
2.513,5 KM selesaaaiii.. 
Johnny dan Rocky pun kembali berkumpul dengan Hard Joe yang sedang diistirahatkan untuk sesi selanjutnya..

Rute pulang yang kami lewati..
Rute keseluruhan dalam perjalanan TurDik (Turing Mudik) kali ini..
WASSALAM..
*sampai jumpa di perjalanan berikutnya.. 
Di Kampung Halaman.. Kincai’s Rolling
Posted: September 27, 2011 Filed under: Uncategorized 1 Comment »lanjutan dari : http://bojongserongdikit.wordpress.com/2011/09/26/it-called-pulang-kampung/
Day 4..
Kerinci, 31 Agustus 2011.. Goes to Air Terjun Telun Berasap..
Setelah shalat Ied dan keliling ke rumah saudara, kami pun berencana untuk jalan-jalan ke Air Terjun Telun Berasap di daerah Kayu Aro..
Jarak dari Sungai Penuh ke lokasi wisata tersebut sekitar 60 KM.. Kami pun bersiap, kali ini ada Bro Ajin dari HTCM (Honda Tiger Club Medan) ikut bergabung..
Bro Ajin adalah orang Kerinci yang merantau ke Medan.. Tempat janjian pun ditentukan, kami sepakat bertemu di area perkebunan teh Kayu Aro..
gaaazz..!! 
Di Kebun Teh Kayu Aro.. Tempat yang kami sepakati untuk bertemu bro Ajin..
Setelah bertemu dengan bro Ajin, kamipun melanjutkan perjalanan menuju lokasi air terjun..
Puncak Gunung Kerinci yang tertutup awan..
Dalam perjalanan menuju Air Terjun Telun Berasap, ada sebuah accident yang menimpa bro Tri.. Di sebuah tikungan, ban depan motornya sliding akibat ada tumpahan solar.. Karena berjalan tidak kencang, tidak ada kerusakan parah pada motornya.. Lecet2 di fairing bawah sebelah kiri, sein kiri pecah dan tuas perseneling yang lepas.. Karena menggunakan footstep “underbone”, tuas persneling pun bisa dipasang kembali..
beres2 dulu.. 
Gerbang lokasi Air Terjun Telun Berasap..

Untuk menuju air terjun, kami harus menuruni tangga yang lumayan curam..
Pemandangan di sekitar Air Terjun Telun Berasap..
Begayo sikit..
Selesai puas menikmati pemandangan air terjun, kami pun bergegas pulang..
Turunnya sih enak.. naeknyaaahh..?! (**l!)
Setelah sampai di gerbang keluar, kami putuskan untuk makan siang.. *laper abis nanjak..
Makanan khas Kerinci yang serba merah.. *cabai.. (**l!)
Dalam perjalanan pulang kembali ke Sungai Penuh, sempat terbersit untuk mampir ke kaki Gunung Danau Tujuh.. Di tengah perjalanan ke sana, kamipun terhadang hujan deras.. Karena hanya saya yang bawa jas hujan, akhirnya terpaksa berteduh.. Hujan cukup lama..
Ketika hujan berhenti, hari sudah mulai sore.. Perjalanan ke Gunung Danau Tujuh pun kami batalkan, karena waktu tempuh ke lokasi dari jalan raya sekitar 2 jam.. Tapi kami tak patah arang, masih ada 1 lokasi lagi, Gunung Kerinci.. Yupzz, ini jadi lokasi bidikan kami setelah Gunung Danau Tujuh.. Kami pun bergegas..
Di kantor pengelola Taman Nasional Kerinci Seblat.. *pengurusnya mana nih..?! 
setelah puas berfoto-foto, kami pun bergegas pulang ke rumah nenek di Sungai Penuh..
T.A.M.A.T
*wait us on Day 5, 6 n’ 7.. ride home.. 
It Called : Pulang Kampung..
Posted: September 26, 2011 Filed under: Uncategorized 3 Comments »Day 1..
Jakarta – Bukit Kemuning – Liwa – Bintuhan, 27-28 Agustus 2011..
Perjalanan ini (kayak lagu Ebiet G. Ade) rencana-nya akan dimulai pada tanggal 1 September 2011 lalu.. Cuti sudah diacc sama bos, tapi tanggal 5 September 2011 wajib masuk.. Sehingga rencana keberangkatan pun diubah, keberangkatan dimajukan ke tanggal 27 Agustus 2011.. Jam berangkat pun ditentukan menjadi pukul 22.00 BBWI, 27 Agustus 2011..
Orang-orangnye yang berangkat (ki-ka) : saya (Luckay), Yamaha Scorpio 225Z; adik saya Tri Budi, Kawasaki Ninja 150RR dan teman saya Jovie, Honda GL200 (Tiger)..
Perjalanan dimulai dari Depok menuju ke Pelabuhan Merak, Banten, melewati Pamulang-Serpong-Cimone-Balaraja-Serang.. Perjalanan memakan waktu sekitar 3,5 jam..
Hati ini sempat senang karena menjelang gerbang Pelabuhan Penyeberangan Merak, fly over dari arah tol Jakarta – Merak terlihat sepi.. Ternyata tertipu, antrian panjang sudah menanti begitu melewati gerbang pelabuhan.. *daaamnn..!! 
Setelah sekian lama menanti, tepat pukul 04.00 BBWI kami dapat giliran untuk menyeberang ke Pelabuhan Bakaheuni..
Penyeberangan memakan waktu sekitar 2 jam..
Sekitar jam 06.20 BBWI, kami pun mendarat di Pelabuhan Bakaheuni, Lampung..

Setelah “sahur” di Kalianda, pukul 09.00 BBWI kami mulai menyusuri Kalianda – Bandar Lampung – Bandar Jaya – Kotabumi, yang memakan waktu sekitar 2,5 jam..
Sampai di Kotabumi kami kembali beristirahat.. Menikmati Kelapa Muda dan “buka-an”.. Tepat pukul 12.00, kami lanjutkan perjalanan menuju Bukit Kemuning.. Setibanya di Bukit Kemuning, kami mampir ke Poskotis untuk mencari info situasi keamanan Jalur Lintas Barat Sumatra.. Ternyata info yang kami dapatkan lumayan bikin lega, Jalur Lintas Barat adalah jalur paling aman dari kejahatan manusia di Sumatra (baik siang maupun malam).. Tapi info selanjutnya : hati-hati terhadap hewan liar yang melintas dikala malam.. Seperti : Gajah, Harimau, Monyet, Rusa dll.. *weeeww..!! (**l!)
Di persimpangan Bukit Kemuning menuju Liwa..

Kamipun sepakat mengambil JaLinBar Sumatra.. Melewati Liwa – Bintuhan – Manna – Bengkulu – Muko Muko – Tapan..
Kondisi jalanan menuju Liwa dari Bukit Kemuning cukup bervariasi, mulai dari aspal mulus, “tambal sulam”, hingga gravel.. Bisa dibilang sekitar 70% bagus..
On the way to Liwa..
Perjalanan dari Bukit Kemuning membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam.. *plus berhenti foto2.. 
Kota Liwa..
Setelah beristirahat di Liwa, tepat pukul 17.00 kami kembali melanjutkan perjalanan.. Kali ini menuju Bintuhan, Bengkulu..
Jalur ini mirip-mirip dengan Pantai Selatan Ja-Bar – Banten.. Perbukitan Bukit Barisan Selatan dikombinasi dengan melipir pantai.. awesome..!!
Jalan Bukit Barisan Selatan..
Gerbang batas akhir Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan..
Berselang sekitar setengah jam setelah keluar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, kami mulai memasuki Jalur Lintas Barat Sumatra..
Akhirnya menemui Samudra Hindia..
Jalan malam membelah hutan di perbatasan Lampung – Bengkulu memang bikin dagdigdugderr.. Kondisi jalan 50% rusak, 50% baik.. Memasuki Provinsi Bengkulu, aspal mulus 95% siap dijelang.. 
Sebenarnya pada malam itu kami ingin melanjutkan perjalanan hingga Manna.. Tapi apa daya, motor dan badan sudah digeber seharian dan memasuki Bintuhan, Bengkulu, waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 BBWI.. Akhirnya kami putuskan untuk beristirahat..
———————————————————————————————————————————————————————–
Day 2..
Bintuhan – Bengkulu – Muko Muko, 29 Oktober 2011
Matahari sudah naik dari ufuk timur.. Tepat pukul 09.00 BBWI, kami pun bersiap-siap melanjutkan perjalanan menuju Kerinci, Jambi..
Kondisi jalan yang sangat baik membuat perjalanan bisa lebih cepat untuk sampai di kota berikutnya, Bengkulu..
Sepanjang perjalanan menuju Kota Bengkulu, kami kembali menemui jalur kombinasi pantai dan bukit..
Itu Samudra Hindia lagi lhoo..
Mejeng lagi dengan background Samudra Hindia..
Setelah menikmati pantai, perjalanan kembali melewati perbukitan..
Membelah perbukitan sebelum Manna..
Memasuki Manna.. Jalan baru, baru saja akan dibuat.. Jalanan berbatu..
Sekitar jam 3 sore, kami pun memasuki kota Bengkulu..
Setelah beristirahat, tepat jam 16.00, kami melanjutkan perjalanan menuju Muko Muko..
Di sepanjang perjalanan ke Muko Muko, kami sangat terpuaskan dengan pemandangan alam yang tersaji.. Walaupun kondisi jalan 60% mulus, 20% aspal bergelombang dan 20% gravel..
Nice view between Bengkulu – Muko Muko..

Kembali melanjutkan perjalanan menuju Muko Muko.. Follow the Sunset..
Karena menyisiri Lintas Barat Sumatra, ya pemandangannya tidaklah lain.. Hanya pantai dan perbukitan.. hehehehe..
Hari semakin sore, yukk kita gazz lagi..
Sedang menikmati lanjutan perjalanan ke Muko Muko, tiba-tiba kami dikejutkan dengan sisi jalan yang longsor akibat abrasi pantai..
Posisi longsoran ini berada di saat kondisi kita sedang berjalan menanjak dan menikung ke kanan..
Setelah menikmati pemandangan pantai dan perbukitan di sepanjang jalan, akhirnya kami sampai di Muko Muko sekitar jam 9 malam..
Malam itu, di tiap desa yang kami lewati, sudah terdengar suara petasan dan kumandang takbir.. Saya kira jadi nih lebaran hari Selasa (30 Agustus 2011).. 
Di SPBU menjelang kota Muko Muko, saya mendapat info via sms dari seorang kawan, bahwa Idul Fitri diundur ke hari Rabu (31 Agustus 2011).. Saya pun mencari info yang lebih akurat, saya hubungi (via telepon) seorang teman kantor yang sedang melihat hilal di Jember, Jawa Timur.. Jawabannya : hilal belum terlihat, Idul Fitri diundur..
Mendapat info seperti itu, akhirnya kami putuskan untuk menginap di Muko Muko (rencana awal, gazz truzz sampai Kerinci di malam itu).. Karena, sebenarnya waktu tempuh dari Muko Muko menuju Kerinci sisa 4 – 5 jam lagi.. Tapi saya tidak ingin memaksakan.. Selain jalan gelap, jalur dari Tapan (Sum-Bar) ke Kerinci rawan longsor..
Makan malam di Muko Muko.. *ketemunya Pecel Lele juga.. ![]()

————————————————————————————————————————————————————————
Day 3..
Muko Muko – Tapan – Sungai Penuh, 30 Oktober 2011
Bangun pagi-pagi, sekitar jam 7.30.. Cuci muka + sedikit senam.. *halaaahh.. ![]()
Udaranya sejuk sekali, gak beda dingin AC ruangan dengan udara luar.. Setelah selesai mandi dan “sahur”, kami pun bersiap-siap kembali..
Setelah selesai berkemas, tepat pukul 08.30 kami lanjutkan perjalanan menuju Sungai Penuh via Tapan (Sum-Bar)


Setelah berkendara sekitar 1 jam dari Muko Muko, kami pun sampai di perbatasan antara Provinsi Bengkulu dan Sumatra Barat..
Dan butuh 1 jam berkendara lagi untuk sampai di Tapan..
Nice view @ Tapan..

Eksyen dulu Tim Pantau Mudik-nya..
Penulis.. (MiLYS_734 & HORNET_250)
Bro Tri Budi.. (Kawasaki Ninja Riders_070)
Bro Jovie.. (HTML_2021)
Jalur dari Tapan menuju Sungai Penuh emang bikin adrenalin meningkat.. Aspal mulus, bekas longsor, Babi Hutan nyebrang & sekelompok monyet yang nongkrong di pinggir jalan..
Jarak dari Tapan ke Sungai Penuh memang hanya 64 KM.. 15 KM pertama aspal mulus, sisanya berantakaaann..!! 
Memasuki kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat..
Melewati jalan bekas longsor..
Motor ini pun jadi korban.. sakit pinggang, sakit pinggang daaahh.. hahahaha..
Jalan gravel yang harus terus dilalui..
Menikmati pemandangan.. *sedikit menemui aspal mulus..
Sekitar jam 12.30 siang, kami pun memasuki Kabupaten Kerinci..
Perut lapar, kepala pusing, jantung deg-deg-an (takut ketemu hewan buas pas di Taman Nasional Kerinci Seblat)..
There’s a nice place for cornering in front of the rest area.. *gasruk2 daaahh..
Setelah selesai beristirahat, kami kembali melanjutkan perjalanan menujuk kota Sungai Penuh..
Dan akhirnya sekitar jam 14.30, kami sampai di Sungai Penuh.. Ketika sedang menanyakan alamat yang kami tuju (Lapangan Merdeka), tiba-tiba ada seseorang yang bertanya di samping saya.. Eeh, biker juga.. Bro Ajin dari HTCM (Honda Tiger Club Medan), bro Ajin ini adalah orang Kerinci yang merantau ke Medan, sedang pulang kampung juga rupanya.. Akhirnya kamipun diantar bro Ajin menuju Lapangan Merdeka..
Tiba di lapangan Merdeka..
Rute yang kami lewati dari Depok menuju Kerinci..
Tunggu di episode berikutnya ya..
T.A.M.A.T
Last Day on 2010 n’ 1st Day on 2011.. *Sebuah Catatan Yang Hampir Terlupakan (part 2)
Posted: June 18, 2011 Filed under: Uncategorized 6 Comments »*Melanjutkan kisah dari : “Ngubek-ngubek Kampung Orang.. *Sebuah Catatan Yang Hampir Terlupakan (part 1)”
Jumat, 31 Desember 2010
Bangun pagi sekitar jam 07.00 BBWI, dibangunkan oleh suara deburan ombak di Pantai Cisolok. Langsung pesan Teh Manis Hangat untuk menghangatkan pagi yang dingin pada saat itu. Masing2 riders mengecek kuda2 besinya. Saya pun langsung mengambil kamera Canon 500D untuk mengambil beberapa momen dikala pantai masih sepi.
Pantai Cisolok pada pagi hari.
Nelayan pergi melaut.
Motor2 yang “berantakan..”
Pio-nya Ari..
Pulsar-nya Tegar..
Pio-nya Joe..
dan Johnny.. Scorpio kesayangan yang menemani perjalanan kali ini..
Setelah selesai me-reload barang2 perjalanan menuju Sawarna pun kami lanjutkan.
Narsis sebentar ketika mnemukan pemandangan yang bagus..
Setelah riding selama kurang lebih 1 jam, kami pun tiba di Sawarna dan langsung menuju lokasi tujuan kemping. Kemping..?! Ya, kami akan berkemah selama di Tanjung Layar, Sawarna..
Gerbang menuju kawasan pantai..
Tiba di homestay Widi untuk sarapan.
the direction..
Smooth sandy road..
Sampai di tujuan.. Pantai Tanjung Layar..
Begaya dulu.. wakwakwakwak..
Hari semakin siang. Tenda pun mulai didirikan..
n’ it’s ready to use.. niceee..!!
Saatnya “begayo” lagi..
Ombak..
Sedang menunggu waktu untuk “berburu” sunset, hujan pun datang.. hikzz.. :’(
Hujan pun berhenti disaat hari mulai gelap. Kamipun membuat api unggun untuk menghangatkan badan, memasak makan malam dan persiapan menyambut tahun baru 2011.
our dinner..
Setelah santap malam dan menyambut malam tahun baru, kami pun tidur lelap. Sehingga rencana saya untuk memfoto Sunrise pun hampir ketinggalan.
Sabtu, 1 Januari 2011..
1st Sunrise di tahun 2011..
another sunrise hunter..
1st narcism di 2011.. weqeqeqeqeqq..
Waktu kemping telah lewat, malam tahun baru pun sudah lewat jg. *lhaaahh..?!
Kami pun bergegas pulang. Selepas keluar dari Desa Sawarna, Pio-nya Joe Begundal mengalami masalah pada roda depan. Akhirnya kami putuskan untuk memperbaikinya terlebih dahulu.
Biji klaher pada rontok. (**l!)
Sekalian ganti spakbor. *begitu ganti spakbor trail ini, malah gak blungsukan di kampung orang lagi. hihihihi..
Nunggu yang lagi nge-bengkel..
Setelah memperbaiki Pio bro Joe, perjalanan dilanjutkan lagi. Melewati Cisolok – Pl. Ratu – Cikidang – Parakan Salak – Parung Kuda – Bogor. Niat untuk lewat Parakan Salak, siapa tahu akan ada cross country lagi. Ternyata aspal mulus sepanjang jalan menuju Parung Kuda, walaupun di beberapa titik ada jalan berlubang. xixixixixiie..
Perjalanan di jalan raya Sukabumi – Bogor yang padat membuat konsentrasi harus bekerja lebih keras dan membuat perut menjadi lapar. Dan sekitar jam 2 siang kami putuskan untuk “makan siang telat” di Rumah Makan Ayam Geprek Pak Tyo. Pak Tyo ini juga MiLYSer yang membuka usaha rumah makan di Jalan Pajajaran, Bogor. Sori, alamat lengkapnya saya lupa. hehehehe.
Dan Pak Tyo pun beraksi. prakk.. prekk.. prakk.. prekk..!!
Ayam Bakar Geprek khas Pak Tyo pun jadi. yummyy..
Setelah makan siang. Foto bersama.
Setelah selesai makan siang dan ngobrol2, kami pamit pulang, karena hari semakin sore.
Alhamdulillah perjalanan kali inipun lancar. Zero Accident.
Jalur yang kami lewati pada saat pergi dan pulang.
Trip Meter menorehkan angka 361,4 (Cibinong – Sawarna PP). *gak tau deh catatan KM 3 motor lainnya (Joe, Ari n’ Tegar) yang pada pulang ke timur Jakarta..
TAMAT..
thx to :
- Allah SWT.
- Joe Begundal (MiLYSer) yang udah ngajak jalan2..
- Ari “Plenyun” (MiLYSer) yang udah kehilangan sebelah sepatunya di Sawarna. Yang tabah ya, broo.. hehehehe..
- Tegar (BUILT Rider) besok2 kalo gw keabisan bensin, nyedot dari motor lw aja ya.. xixixixixii..
keep rockin’ n’ rollin’ Ur wheelz.. \m/







































































































































































































































































































































Recent Comments